Rabu, 25 Februari 2015

SULAWESI SELATAN - MAKASSAR

FORT ROTTERDAM


Mari kita beristirahat sejenak. Wisata religi ada, wisata memancing ada, dan wisata sejarah pun tersedia di kota ini. Bagi Anda pencinta sejarah, ada satu tempat yang wajib dikunjungi, yaitu Benteng Rotterdam. Perjalanan Anda ke Makassar rasanya belum lengkap tanpa menyinggahinya.
 

Di dalam kompleks Benteng Rotterdam berdiri Museum Negeri La Galigo, yang menyimpan koleksi budaya dan peninggalan sejarah Sulawesi Selatan, termasuk yang berasal dari Tana Toraja.

Nama La Galigo diambil dari epos I La Galigo, karya sastra yang menjadi kebanggaan masyarakat Bugis.

 

Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa (1825-1830), pernah diasingkan ke Makassar dan menghabiskan sisa hidupnya di Benteng Rotterdam hingga wafat pada 1855.

Benteng ini dibangun oleh Kerajaan Gowa dengan nama Benteng Ujung Pandang. Sumber-sumber menyebut pembangunannya sekitar 1545, dengan pendiri yang berbeda-beda: Raja Gowa ke-9 atau ke-10. Bentuknya menyerupai penyu jika dilihat dari atas, sehingga dikenal pula sebagai Benteng Penyu. Setelah Perjanjian Bongaya, benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan oleh Speelman dinamai Fort Rotterdam. Pada masa pendudukan Jepang, benteng ini digunakan sebagai kamp tawanan perang sekaligus pusat penelitian, termasuk penelitian bahasa.


Menuju Lokasi

Benteng Rotterdam terletak di tepi pantai Kota Makassar, berhadapan dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta serta dermaga penyeberangan menuju Pulau Kayangan. Ke arah selatan, terdapat Pantai Losari dan Pantai Akkarena. Kami tunggu kunjungan Anda.

0 komentar:

Posting Komentar