KE'TE KESU'
Setelah sekian lama, akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki di salah satu destinasi favorit Toraja Utara, Ke'te Kesu'. Masih bersama rombongan yang sama, yaitu Tuching dan kakak perawat dari Enrekang, Opi, Fandy, Deni, Kiko, Kak Fauzan, dan Nining, kami berangkat dari penginapan menuju beberapa tempat wisata, salah satunya Ke'te Kesu'.
Perjalanan ke sana ternyata padat merayap. Jalan beraspal yang tidak begitu lebar dipenuhi kendaraan dari segala arah, hingga macet total. Maklum, perhelatan Lovely December tengah berlangsung, sehingga wisatawan membeludak. Kami yang tiba sekitar pukul tiga sore harus mengantre lebih dari satu jam sebelum bisa masuk. Hal itu justru membuat saya makin penasaran: apa yang begitu menarik dari tempat ini? Mari kita jelajahi.

Ke'te Kesu' adalah satu dari sekian banyak objek wisata di Kabupaten Toraja Utara yang memikat wisatawan mancanegara maupun domestik. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Toraja menyempatkan diri berkunjung ke sini, tempat yang masih menyimpan panorama kepurbakalaan berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia sekitar 500 tahun, bahkan lebih.
Bila ingin menyaksikan perkampungan asli Toraja, datanglah ke Ke'te Kesu'. Usianya lebih dari 400 tahun, dan konon keadaannya tetap seperti sediakala. Ke'te Kesu' merupakan kompleks tongkonan, rumah tradisional Toraja, yang paling populer dan paling indah di Toraja, sekaligus latar yang sempurna untuk berfoto bersama.
Ke'te Kesu' terletak di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, sekitar empat kilometer di sebelah selatan Kota Rantepao atau 14 kilometer di sebelah utara Makale.
Sebagai tempat wisata, Ke'te Kesu' terbilang lengkap, terutama bagi mereka yang ingin memotret kehidupan komunal tradisional orang Toraja. Di kawasan ini beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi lumbung padi (alang sura'), area upacara pemakaman (rante), dan tempat pertemuan adat. Ada pula sebuah perpustakaan yang memamerkan beragam hasil kerajinan serta benda-benda bersejarah yang menarik untuk disimak.
Di sekitar kompleks Ke'te Kesu' terdapat liang, pekuburan tradisional berupa lubang-lubang pada batu cadas, serta hamparan sawah yang indah. Dengan semua itu, Ke'te Kesu' menjadi poros tempat masyarakat hidup, menata adat, dan memenuhi segala kebutuhannya.
Di sekeliling kompleks tongkonan, penduduk menjajakan beragam cendera mata: nampan, tatakan gelas, gelang, kalung, patung, hiasan dinding, dan lukisan, semuanya bermotif ukiran Toraja hasil karya tangan mereka sendiri. Tatakan gelas dijual seharga Rp1.000, nampan Rp20.000 hingga Rp25.000, sedangkan lukisan ukir bisa mencapai jutaan rupiah.
Selain tumpukan tulang-belulang, di sini juga dapat dijumpai beberapa makam megah milik para bangsawan dengan rancangan yang unik. Puluhan, bahkan ratusan, hasil kerajinan tangan dan senjata tajam khas Toraja turut dijajakan di sekitar kawasan Ke'te Kesu'.
Rasanya ingin kembali lagi ke sini, apalagi bersama teman-teman yang jenaka dan apa adanya. Lalu, kapan giliran Anda?