Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 24 Agustus 2019

Pulau Bunaken Manado : Snorkeling dan Menyelam di Dinding Karang Taman Nasional Bunaken

PULAU BUNAKEN


Berkeliling pulau memang menyenangkan. Kini saatnya menjelajahi pulau tetangga yang menjadi kebanggaan Kota Manado. Seperti apakah Pulau Bunaken yang masyhur itu? Mari kita lihat.
 

Bunaken adalah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, di ujung utara Pulau Sulawesi. Pulau ini termasuk wilayah Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, dan dapat dicapai dengan kapal cepat atau kapal sewaan sekitar 30 menit dari pelabuhan Manado.

Di sekeliling pulau terbentang Taman Laut Bunaken, bagian dari Taman Nasional Bunaken, dengan keanekaragaman hayati laut yang termasuk tertinggi di dunia. Tak heran bila selam skuba menarik banyak pengunjung ke sini. Secara keseluruhan, taman laut ini meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau di dalamnya: Manado Tua (Manarauw), Bunaken, Siladen, Mantehage beserta beberapa anak pulaunya, dan Naen. Meski kawasannya seluas itu, lokasi penyelaman terbatas pada pantai-pantai yang mengelilingi kelima pulau tersebut.

Taman Laut Bunaken memiliki 20 titik selam dengan kedalaman bervariasi, hingga 1.344 meter. Dua belas di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken, dan titik-titik inilah yang paling sering dikunjungi para penyelam dan pencinta keindahan bawah laut.

 
Sebagian besar dari kedua belas titik selam itu berjajar dari sisi tenggara hingga barat laut pulau. Di kawasan inilah terdapat dinding-dinding karang raksasa di bawah laut, yang dikenal sebagai great walls atau hanging walls, berdiri tegak lurus dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Bunaken.
 

 Sayangnya, karena nama besarnya, banyak orang Indonesia yang belum pernah menjejakkan kaki di Tanah Lumimuut merasa sudah mengenal Bunaken. Padahal, membicarakan Taman Nasional Bunaken berarti membicarakan sebuah warisan dunia dan keajaibannya. Banyak peneliti mancanegara menyayangkan informasi keliru tentang Bunaken yang beredar di Indonesia. Bunaken lebih dari sekadar pengetahuan yang dibaca dari buku; Bunaken adalah pengalaman menyelam.

Bagi Anda yang belum menjelajahi Manado, segeralah berkunjung. Pesonanya telah memikat banyak wisatawan mancanegara.

Pulau Siladen Manado : Pasir Putih dan Snorkeling di Pulau Mungil Taman Nasional Bunaken

PULAU SILADEN


Alam di sini sungguh memesona. Selanjutnya saya ingin menyeberang ke sebuah pulau yang mungkin belum akrab di telinga masyarakat Indonesia, tetapi dijamin sangat eksotis dan memikat. Pulau apakah itu? Mari kita jelajahi.
 

Pulau Siladen terletak di sebelah timur laut Pulau Bunaken, di Kecamatan Bunaken, sekitar 8 mil dari pusat Kota Manado, dan dapat dicapai dalam 45 menit dengan kapal motor. Pulau seluas kurang lebih 31,25 hektare ini dikelilingi hamparan pasir putih, dengan beragam pepohonan di sepanjang bibir pantainya.

Pulau Siladen terletak tidak jauh dari Pulau Manado Tua, salah satu tempat terbaik untuk berlibur di Kota Manado. Pantai berpasir putih mengelilinginya, sementara lautnya dihiasi terumbu karang dan aneka biota laut dengan ragam bentuk dan warna, yang bersama-sama membentuk taman laut nan indah.


Keindahan taman laut Pulau Siladen dapat disaksikan di titik selam yang dikenal sebagai Siladen 1 dan Siladen 2. Hamparan pasir putih mendominasi pulau kecil ini. Selain digemari para penyelam profesional, Siladen juga menjadi tempat snorkeling yang nyaman bagi siapa saja.
 

Pasir putihnya bersih, dan perairan di dekat pantai didominasi pasir dengan sedikit terumbu karang, sehingga sangat cocok untuk berenang.

Di pulau kecil nan indah ini berdiri banyak resor mewah yang terawat rapi. Bila Taman Nasional Bunaken dikenal dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Siladen lebih menonjolkan pesona pantainya. Hamparan pasir putih itu pula yang menjadikan Siladen sangat potensial sebagai pusat olahraga pantai.

Beragam kegiatan wisata dapat dilakukan di Pulau Siladen: menikmati taman laut dengan berkeliling menggunakan perahu berlantai kaca (katamaran), snorkeling, menyelam, memotret di bawah air, hingga berjemur. Untuk menuju pulau ini tersedia dua pilihan, yaitu perahu angkutan umum atau perahu cepat yang disewa khusus.

Bila memilih perahu angkutan umum, keberangkatan hanya tersedia pada waktu tertentu, yaitu antara pukul 13.00 dan 15.00, bergantung pada pasang surut air laut. Pengunjung pun baru dapat kembali keesokan harinya, sebab perahu itu bertolak ke Manado sekitar pukul 07.00 pagi. Ongkosnya berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 per orang.

Pilihan kedua adalah menyewa perahu cepat. Dengan cara ini, Anda bebas berangkat ke Pulau Siladen dan kembali ke Manado kapan saja. Tarif sewanya berkisar Rp350.000 hingga Rp500.000 untuk sekali jalan, atau Rp700.000 hingga Rp900.000 untuk perjalanan pulang-pergi pada hari yang sama, bergantung pada jenis perahu dan kepiawaian Anda menawar.