Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 30 Maret 2019

Danau Linow Tomohon : Menikmati Danau Berwarna Unik di Kawasan Vulkanik Minahasa

DANAU LINOW


Berada di Sulawesi Utara sungguh menyenangkan. Begitu banyak tempat menarik dan unik yang dapat dikunjungi, dari bukit hingga danau yang sama-sama indah. Kali ini saya ingin memperkenalkan sebuah danau yang masyhur karena keelokannya. Danau apakah itu? Mari kita jelajahi.
 
 

Diapit Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, Kota Tomohon berhawa begitu sejuk. Alamnya indah, dengan panorama pegunungan dan perbukitan sebagai suguhan utama. Bunga-bunga tumbuh subur di kawasan ini, sehingga Tomohon dijuluki Kota Seribu Bunga. Salah satu destinasi unggulannya adalah Danau Linow, danau elok yang memancarkan tiga warna.

Danau Linow berjarak 30 km dari Kota Manado, sekitar satu jam perjalanan, atau 3 km di sebelah barat Kota Tomohon. Sepanjang jalan, perbukitan hijau yang ditumbuhi pepohonan besar memanjakan mata. Gunung Lokon yang masih aktif turut menghiasi pemandangan, dengan bentuknya yang nyaris segitiga sempurna dan lerengnya yang hijau.

Begitu tiba di kawasan Danau Linow, bau menyerupai telur busuk langsung menusuk hidung. Aroma itu berasal dari belerang yang tersebar di sekitar danau, yang konon merupakan sisa letusan Gunung Mahawu ratusan tahun silam.

Nama Linow berasal dari kata Minahasa lilinowan, yang berarti tempat berkumpulnya air. Air danau ini dapat berubah warna menjadi hijau, biru, dan kuning kecokelatan. Perubahan itu disebabkan oleh kandungan belerang di dalam danau, serta oleh pembiasan dan pantulan sinar matahari.

Datanglah pada pagi hari, ketika udara masih bersih, sebab itulah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Danau Linow. Suasananya sunyi dan menenangkan, dengan hawa yang sangat sejuk.

Pengunjung dapat berjalan-jalan mengelilingi tepian danau. Namun, jangan sekali-kali mencoba berenang. Kandungan belerangnya yang tinggi dapat melukai tubuh dan berakibat fatal.

 Berkunjung ke Danau Linow tergolong murah. Dengan Rp25.000, pengunjung sudah dapat menikmati keindahan danau sekaligus mendapat secangkir teh atau kopi. Bila jumlah itu masih terasa berat, turunlah sedikit ke kedai di bagian bawah. Di sana wisatawan cukup membayar Rp5.000 untuk menikmati Danau Linow langsung dari tepiannya.

Bukit Doa Tomohon : Wisata Rohani dengan Panorama Pegunungan di Tanah Minahasa

BUKIT DOA TOMOHON


Assalamu'alaikum. Pada kesempatan ini saya kembali menuliskan pengalaman Radi The Explorer. Setelah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, kini tiba giliran Sulawesi Utara. Alhamdulillah, dengan ini perjalanan saya mengelilingi Sulawesi pun tuntas.

Di Sulawesi Utara saya mengunjungi tujuh tempat wisata ternama. Berikut saya uraikan satu per satu.

Kali ini saya menulis tentang Bukit Doa di Tomohon. Tempat ini memiliki banyak nama lain, antara lain Bukit Doa Manado, Bukit Doa Mahawu, Bukit Kelong, dan Jalan Salib Mahawu, tetapi semuanya merujuk pada tempat yang sama.

Bukit Doa terletak di Tomohon, kota pegunungan berhawa sejuk sekitar 30 kilometer dari Manado, yang dapat dicapai dalam kurang lebih 40 menit berkendara. Bukit ini tampil elok berkat bunga-bunga yang ditanam di sekelilingnya (Tomohon memang dikenal sebagai Kota Bunga), dengan Gunung Lokon, salah satu gunung berapi aktif di Sulawesi Utara, sebagai latarnya.

Di Bukit Doa terdapat sebuah kapel modern yang unik bernama Chapel of Mother Mary. Berkat bentuknya yang khas, kapel ini kerap menjadi lokasi foto pranikah. Bangunan menarik lainnya adalah amfiteater berkapasitas sekitar 1.500 orang, yang sangat sesuai untuk khotbah di ruang terbuka, pertemuan, pertunjukan seni, ataupun retret Kristiani.

Tempat lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Jalan Salib, yang membuat kawasan ini juga dikenal sebagai Jalan Salib Mahawu. Inilah alasan banyak orang, terutama umat Katolik, berkunjung ke sini. Rutenya ramah bagi segala usia, tidak terlalu menguras tenaga seperti kebanyakan jalan salib di tempat lain. Patung-patung menghiasi setiap perhentiannya, tetapi yang paling memikat perhatian adalah patung Pietà, karya klasik yang menggambarkan tubuh Yesus yang telah wafat di pangkuan Bunda Maria.

Rute Jalan Salib berakhir di sebuah Gua Maria yang cukup besar, tempat banyak peziarah khusyuk berdoa. Susunan Bukit Doa Tomohon memang serupa dengan situs jalan salib di tempat-tempat lain.

Lingkungannya yang bersih, indah, dan tenang, ditambah bangunan-bangunan unik serta akses yang mudah dari Manado, menjadikan Bukit Doa Tomohon sayang untuk dilewatkan.

Demikian perjalanan kita kali ini, unik dan menyenangkan. Oh ya, perkenalkan istri saya, Mia Awalul Ikhramiah, yang biasa disapa Mia. Kini saya tidak lagi berkelana seorang diri, sebab sudah ada yang menemani.

Sekian cerita hari ini. Semoga kita berjumpa lagi di lain waktu. Amin.