Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 12 September 2015

Pantai Lombang-Lombang Mamuju : Menikmati Suasana Pesisir yang Tenang di Sulawesi Barat

PANTAI LOMBANG-LOMBANG


Berkeliling Provinsi Sulawesi Barat memang melelahkan, tetapi menyenangkan, sebab di sini saya dapat menyaksikan beragam budaya, dari kulinernya hingga pesta adatnya yang unik. Karena itu, mari berpetualang. Hidup hanya sekali dan tidak dapat diulang, sementara masih begitu banyak tempat wisata di Indonesia yang belum Anda kunjungi. Salah satunya Pantai Lombang-Lombang. Baru mendengar namanya? Mari langsung menuju ke sana.


Mamuju memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 415 km di pesisir barat Sulawesi. Salah satu pantai di pesisir itu adalah Pantai Lombang-Lombang, tujuan wisata paling favorit masyarakat Kota Mamuju. Pantai ini terletak sekitar 30 km di sebelah utara Mamuju dan dikelola bersama oleh pemerintah setempat dan warga sekitar, sehingga tetap bersih dan bebas dari sampah.


Pantai yang masih terasa alami ini sangat cocok bagi siapa pun yang ingin bersantai dan melepas penat. Suasana seperti di sini mungkin tidak akan Anda temukan di pantai lain di Sulawesi. Hamparan pasir hitamnya yang halus membentang kurang lebih 5 km, memberi ruang yang lapang bagi pengunjung untuk beraktivitas. Pantai Lombang-Lombang terletak di Dusun Lombang-Lombang, Kelurahan Sinyonyoi, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Pantai Manakarra Mamuju : Menikmati Senja dan Suasana Pesisir Kota di Ibu Kota Sulawesi Barat

PANTAI MANAKARRA


Kita telah berkeliling di dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Kini saatnya menjelajahi ibu kota provinsinya, Kota Mamuju. Kota ini sedang berkembang, begitu pula tempat-tempat wisatanya, termasuk Pantai Manakarra yang terkenal. Mari berkenalan dengan pantai ini.


Kawasan Pantai Manakarra adalah salah satu objek wisata di Kota Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat. Pantai ini merupakan bagian dari Teluk Mamuju, yang juga menjadi pusat perhubungan kota melalui Pelabuhan Batu. Bagi masyarakat sekitar, Pantai Manakarra adalah tempat berkumpulnya kaum muda. Namun, tidak hanya anak muda yang datang; banyak pula orang tua yang berkunjung sekadar untuk duduk menikmati keindahan pantai. Pantai ini ramai sejak pukul empat sore hingga tengah malam.

Bila Makassar memiliki Pantai Losari, maka Pantai Manakarra adalah Losari-nya Mamuju. Sebutan itu tidak berlebihan, sebab panorama pantai ini benar-benar memikat siapa pun yang berkunjung, terlebih dengan Pulau Karampuang sebagai latarnya. Pada malam hari, pantai ini berhias cahaya lampu merah dari kapal-kapal feri yang berlabuh di atau bertolak dari Pelabuhan Mamuju.

Saat saya berkunjung, pantai ini sedang direnovasi. Tak mengapa; semoga hasilnya menjadikan Pantai Manakarra semakin indah.

Pantai Dato Majene : Menikmati Senja dan Suasana Pesisir Kota di Sulawesi Barat

OBYEK WISATA PANTAI DATO


Setelah berbagi pengalaman di Kabupaten Polewali Mandar, kini kita beralih ke Kabupaten Majene. Kabupaten ini pun memiliki banyak daya tarik, salah satunya pantai berpasir putih bernama Pantai Dato. Ingin mengenalnya lebih jauh? Mari kita jelajahi.


Pantai Dato adalah salah satu objek wisata alam paling menarik di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Pantai ini terbagi menjadi dua bagian: pantai berpasir putih dan pantai beralas karang.


Karang yang menjorok ke laut dan karang yang berlubang akibat hantaman ombak menambah keunikan sekaligus keindahan Pantai Dato. Meniti tepian tebing menuju puncak karang menjadi tantangan tersendiri. Dari ketinggian sekitar 20 meter itu, pandangan dapat menembus air laut yang sangat jernih hingga terlihat ikan-ikan bermain di antara terumbu karang. Pada senja hari, matahari tampak kembali ke peraduannya di balik bukit nun jauh di sana. Sungguh indah. Sayangnya, tempat ini tampaknya belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.


Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau sewaan, kira-kira 15 menit dari Kota Majene. Jalannya cukup mulus, menyusuri hutan kecil dan kebun penduduk. Dari tempat parkir, pengunjung masih harus menuruni tebing setinggi 30 meter melalui anak tangga batu untuk sampai ke pantai.