Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Minggu, 24 November 2019

Pantai Pandawa Bali : Pantai Tersembunyi di Balik Tebing Kapur

PANTAI PANDAWA


Kali ini saya mengajak Anda ke salah satu pantai yang belakangan namanya kian dikenal di Bali. Pulau ini memang punya banyak pantai indah. Penasaran dengan yang satu ini? Mari kita jelajahi.

Pantai Pandawa adalah salah satu pantai berpasir putih paling terkenal di Bali, dan wajib dikunjungi bila Anda berlibur di Pulau Dewata. Di kalangan wisatawan mancanegara, terutama dari Australia, pantai ini lebih dikenal sebagai Secret Beach, sedangkan masyarakat setempat menyebutnya Pantai Kutuh.

Pantai ini beralamat di Jalan Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalan yang diapit tebing batu yang terjal. Pada tebing itu terpahat patung Panca Pandawa dari kisah Mahabharata, dan dari sanalah nama Pantai Pandawa berasal.

Pantainya sendiri tersembunyi di balik tebing kapur yang menjulang tinggi. Dari atas tebing, terhampar pemandangan Samudra Hindia yang memesona.

 

Dari Bandara Ngurah Rai, pantai ini berjarak 18 kilometer melalui Jalan Goa Gong, Jimbaran. Meski tidak jauh, perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam, sebab jalannya berliku dan kerap macet, terutama di depan kawasan GWK.

Dahulu Pandawa termasuk pantai indah yang tersembunyi. Namun, sejak akses jalannya dibuka untuk umum pada 2012, pantai ini tidak lagi sunyi dan hampir setiap hari ramai dikunjungi. Kini pengunjungnya pun tidak lagi didominasi wisatawan asing; justru wisatawan domestiklah yang paling banyak datang.

Menjelang area pantai, pengunjung akan melewati gerbang dengan empat jalur masuk kendaraan. Bentuknya menyerupai gerbang tol, tetapi terbuat dari batu kapur putih.

Setelah membayar tiket, pengunjung melintasi jalan beraspal mulus yang diapit tebing kapur menjulang. Beberapa meter kemudian, tampaklah Samudra Hindia dan garis pantai yang putih. Dari atas tebing terlihat pula area parkir yang sangat luas.

Di sisi kiri jalan, pada dinding tebing, terdapat enam ceruk yang masing-masing berisi patung: Dewi Kunti dan kelima putranya, Panca Pandawa, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sahadewa.

Setiap pengunjung akan terkesima oleh keindahan Pantai Pandawa. Setibanya di bibir pantai, terbentang garis pantai sepanjang satu kilometer dengan pasir halus berwarna putih kekuningan. Kebersihannya cukup terjaga, dan ombaknya tenang.

Berdiri di atas pasir sambil menghadap Samudra Hindia, pengunjung akan menyaksikan perpaduan warna yang memukau: putihnya pasir, kehijauan air di tepian, lalu biru yang kian pekat ke arah laut lepas.

Menarik, bukan? Mari berkunjung ke pantai yang indah ini.

Sabtu, 02 November 2019

Pura Luhur Uluwatu Badung : Menyaksikan Sunset dari Pura di Atas Tebing Samudra Hindia

PURA LUHUR ULUWATU


Kali ini saya kembali menuliskan pengalaman menakjubkan bersama istri ketika mengunjungi sebuah tempat wisata di Bali. Alamnya yang indah, monyet-monyetnya yang jenaka, serta atraksi lain yang tak kalah menarik membuat saya betah berlama-lama di sana. Ingin tahu? Mari kita jelajahi lagi wisata Bali.

Pura Uluwatu berstatus sebagai Pura Sad Kahyangan Jagat, salah satu penyangga poros mata angin Pulau Bali. Pura ini berdiri di atas bukit karang setinggi sekitar 97 meter di atas permukaan laut. Dari letaknya itulah nama Uluwatu berasal, yang dalam bahasa Sanskerta berarti puncak batu karang.

Karena letaknya itu, pengunjung tidak hanya merasakan suasana yang sakral dan religius, tetapi juga menikmati pemandangan yang indah dan unik.

Berbeda dengan pemandangan di Pura Tanah Lot, pengunjung Pura Luhur Uluwatu akan menyaksikan luasnya hamparan Samudra Hindia, dengan ombak yang menghantam kaki tebing. Dari sini pula matahari terbenam dapat dinikmati tanpa terhalang apa pun.

Bagi yang tidak membawa bekal, tidak perlu khawatir. Di sekitar kawasan ini terdapat banyak warung makanan dan minuman, juga restoran dengan beragam menu dan harga.

Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sekitar satu jam perjalanan ke arah selatan dari Bandara Ngurah Rai dengan kendaraan pribadi.

Pura ini terbuka bagi wisatawan pukul 07.00 hingga 19.00, sedangkan bagi umat yang hendak bersembahyang terbuka selama 24 jam. Fasilitas umum seperti toilet tersedia di area luar pura.

Kebanyakan pelancong memilih datang sekitar pukul lima sore, saat terik matahari sudah mereda dan senja akan tiba dalam satu jam.

Selain arsitektur pura dan keindahan senjanya, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan tari tradisional Bali, yaitu tari Kecak. Di Uluwatu, tarian ini dibawakan oleh 50 hingga 100 penari yang duduk melingkar dengan mengenakan kain bermotif hitam-putih.

Sebagian besar penarinya laki-laki, dan lakon yang dibawakan biasanya kisah Ramayana. Ciri khas tari Kecak adalah seruan "cak, cak, cak" yang dilantunkan para penari secara bersahut-sahutan. Pertunjukan ini digelar menjelang matahari terbenam, pukul 18.10 hingga 19.00 WITA.

Ada dua jalan masuk ke area pura: gerbang di sisi utara dan akses dari aula di sisi selatan. Begitu masuk, pengunjung disambut hutan yang rimbun, lalu berjalan beberapa meter melalui jalan setapak menuju pintu utama pura.

Apakah ada kera di Pura Uluwatu? Ada. Jenisnya kera abu-abu ekor panjang, serupa dengan yang ada di Monkey Forest Ubud. Di sepanjang jalan setapak menuju bagian depan pura, banyak kera tampak berkeliaran di sekitar hutan.

Agar barang bawaan tidak diambil kera, hindari membawa atau mengenakan benda berharga yang mudah menarik perhatian mereka, seperti anting, kalung, kamera, ponsel, atau kacamata hitam. Bila barang Anda telanjur diambil, cobalah menukarnya dengan kacang atau pisang; cara ini kadang berhasil. 

 

Untuk memasuki area pura di Bali, pengunjung harus berpakaian sesuai aturan, yaitu mengenakan kain sarung dengan selendang yang diikatkan di pinggang. Bila lupa membawanya, tidak perlu membeli, sebab sarung dan selendang tersedia di loket tiket masuk.

Sungguh pengalaman yang berkesan. Bila berkunjung ke Bali, sempatkanlah singgah di sini.