Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Sabtu, 31 Januari 2015

SULAWESI SELATAN - TAKALAR

MONUMEN LAPRIS


Destinasi berikutnya adalah Monumen Lapris di Desa Bulukunyi. Monumen ini berdiri di kawasan dataran tinggi, sehingga selain mengamati monumennya, pengunjung juga dapat menikmati panorama indah dari ketinggian.

LAPRIS adalah singkatan dari Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi. Kata "pemberontak" di sini tidak ditujukan kepada pemerintah Indonesia, melainkan kepada penjajah Belanda yang hendak kembali berkuasa. Gerakan ini dipimpin oleh seorang pejuang asal Takalar, Ranggong Dg. Romo. Sebagai putra daerah, saya merasa bangga.



Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di monumen ini. Tidak ada pedagang makanan dan minuman ringan, tetapi pengunjung juga tidak dikenai tiket masuk.

Meski demikian, monumen ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Para pendahulu kita telah melewati begitu banyak rintangan dan pengorbanan. Karena itu, kita perlu mengingat pesan Bung Karno, "Jasmerah": jangan sekali-kali meninggalkan sejarah bangsa kita.

Untuk para pahlawan, hormat kami. 🇮🇩



Menuju Lokasi

Monumen ini cukup mudah dijangkau. Dari pusat Kota Takalar, susuri jalan poros Takalar-Jeneponto hingga memasuki Desa Lengkese. Di sini sebaiknya Anda memperlambat laju kendaraan. Di sisi kiri jalan, sebelum pasar, terdapat belokan yang tampak seperti pertigaan. Masuklah ke belokan tersebut. Jika ragu, jangan sungkan bertanya kepada warga setempat tentang arah menuju Bulukunyi.

Jalan selanjutnya lurus dan cukup baik kondisinya. Setelah sekitar satu kilometer, perhatikan sisi kanan jalan hingga menemukan papan penunjuk seperti pada foto di atas. Di situlah lokasi monumen berada. Perlu diingat, ruas jalan menuju ke sana agak bergelombang, jadi berkendaralah dengan hati-hati.

Selamat berkunjung, semoga perjalanan Anda menyenangkan!

SULAWESI SELATAN - TAKALAR

LAMANGKIA

Berikutnya adalah salah satu destinasi wisata paling dikenal di Takalar, yaitu Pantai Lamangkia di Desa Tope Jawa.

Pantai ini ramai dikunjungi pada akhir pekan, terutama oleh mereka yang merindukan suasana laut dan ingin melepas penat.

Menuju pantai, di sisi jalan terlihat tanggul penahan ombak yang dibangun untuk mencegah abrasi. Ada rasa prihatin ketika melihat kondisinya secara langsung, sebab jalan menuju lokasi masih belum diperbaiki. Setibanya di dalam, deretan rumah penduduk tampak berjajar di dekat bibir pantai. Jika diamati lebih saksama, pantainya terkesan gersang.


Memang, Takalar dikenal dengan lanskapnya yang gersang, seperti halnya kabupaten tetangganya.

Meski begitu, di sekitar pantai ini terdapat banyak tempat peristirahatan yang cukup teduh. Sayangnya, sebagian besar belum terawat dengan baik. Semoga pemerintah daerah berkenan menata kawasan ini agar potensinya bisa berkembang menjadi destinasi yang lebih menawan.

Di lokasi ini juga tersedia sebuah aula yang lazim digunakan untuk rapat kerja instansi dan berbagai kegiatan serupa, dengan biaya sewa sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000. Warga setempat pun biasanya menawarkan ikan bakar untuk disantap saat acara berlangsung. Dengan anggaran sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000, perut Anda akan terpuaskan oleh beberapa ekor ikan laut segar yang lezat.



Sayangnya, kawasan ini belum terawat dengan baik. Sampah masih terlihat berserakan di sepanjang bibir pantai, dan air lautnya tampak keruh. Kambing-kambing pun kerap ditambatkan di pepohonan sekitar pantai maupun di tiang-tiang aula, sehingga kenyamanan pengunjung sedikit terganggu.

Meski demikian, jangan surut semangat. Beberapa meter dari area yang ramai, terdapat sudut-sudut yang lebih nyaman untuk dinikmati.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, ketika suasana lebih sejuk. Jika merasa haus atau lapar, warga setempat menjajakan makanan dan minuman ringan di sekitar lokasi.



Menuju Lokasi

Akses menuju pantai ini cukup mudah. Dari pusat Kota Takalar, beloklah ke kiri pada lampu merah, memasuki jalan poros Takalar-Jeneponto. Tidak lama kemudian akan terlihat sebuah percabangan jalan. Ambillah arah menuju Tope Jawa, yang ditandai papan penunjuk di sisi kanan. Setelah itu, teruskan perjalanan lurus hingga tiba di gerbang masuk Pantai Tope Jawa di sisi kanan jalan. Selamat datang di Pantai Lamangkia.

Sebagai persiapan, siapkan uang untuk biaya parkir, sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan mulai dari Rp5.000 untuk mobil. Proses masuknya pun tidak rumit.

Selamat berkunjung, dan nikmati perjalanan Anda bagi para pencinta pantai!

SULAWESI SELATAN - TAKALAR

CIKOANG


Destinasi berikutnya di Takalar adalah Cikoang, sebuah desa yang setiap tahun menjadi pusat penyelenggaraan tradisi Maudu' Lompoa.

Perayaan ini digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Konon, sebagian penduduk setempat merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dan dikenal dengan sebutan "Sayyid". Kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah itulah yang mendorong masyarakat Cikoang menyelenggarakan Maulid secara besar-besaran di desa ini.



Sayangnya, ketika berkunjung ke Cikoang, saya tidak bertepatan dengan penyelenggaraan Maulid. Meski demikian, berikut saya bagikan foto lokasi tempat Maudu' Lompoa diselenggarakan.

Menurut cerita yang saya dengar, pada hari perayaan, sungai dipenuhi perahu-perahu kecil yang dihias dengan indah. Perahu-perahu tersebut mengangkut aneka bakul berisi telur, songkolo', dan ayam sebagai bagian dari rangkaian tradisi. Kemeriahannya konon begitu memikat, hingga banyak pengunjung dari luar daerah datang khusus untuk menyaksikannya.

Semoga suatu hari nanti saya berkesempatan hadir langsung dan membagikan pengalamannya kepada Anda.




Menuju Lokasi

Untuk mencapai lokasi Maudu' Lompoa, masuklah ke jalur menuju Pantai Tope Jawa, lalu teruskan perjalanan hingga tiba di jembatan kayu seperti tampak pada foto di atas. Di situlah lokasi perayaan berlangsung.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung Maudu' Lompoa, sebaiknya bertanya kepada warga setempat mengenai jadwal pastinya. Perayaan ini biasanya berlangsung setelah tanggal merah peringatan Maulid, sehingga ada baiknya Anda merencanakan kunjungan pada hari-hari sesudahnya.

Selamat berkunjung!



SULAWESI SELATAN - TAKALAR

BENTENG SANROBONE

Destinasi kedua yang saya kunjungi adalah Benteng Sanrobone, yang terletak di Desa Sanrobone, tidak jauh dari garis pantai.

Sejujurnya, yang tersisa dari benteng ini hanyalah puing-puing berupa bangunan memanjang menyerupai pagar. Benteng ini merupakan peninggalan Raja Sanrobone yang telah berdiri sejak berabad-abad silam.

Memang tidak banyak yang dapat dinikmati dari sisi visual. Namun, reruntuhan ini adalah saksi bisu bahwa Sanrobone pernah menjadi kawasan bersejarah di Kabupaten Takalar. Kesederhanaannya justru mengajak kita untuk menghargai jejak masa lalu yang masih bertahan.



Menuju Lokasi

Akses menuju Benteng Sanrobone tergolong mudah, tetapi ada satu bagian yang perlu diperhatikan. Dari lampu merah satu-satunya di Kota Takalar, beloklah ke kanan hingga bertemu air mancur. Di sana beloklah ke kiri, menuju arah SMAN 1 Takalar, lalu teruskan perjalanan. Di sepanjang jalan ini terdapat sebuah pertigaan menuju Sanrobone di sisi kiri. Agar tidak terlewat, tidak ada salahnya bertanya kepada warga sekitar.

Setelah memasuki Desa Sanrobone, perhatikan sisi kanan jalan. Di sana terdapat papan penanda lokasi Benteng Sanrobone. Di bagian belakang benteng juga berdiri sebuah rumah adat, meskipun bangunan tersebut bukan peninggalan Kerajaan Sanrobone.

Bagi Anda yang mencintai sejarah, tempat ini layak untuk dikunjungi.


SULAWESI SELATAN - TAKALAR

DESA BARUGAYYA


Perjalanan ini bermula dari Kabupaten Takalar, tanah tempat saya dilahirkan.

Ternyata, kampung halaman saya menyimpan begitu banyak pesona wisata. Dalam daftar perjalanan saya, tercatat sekitar sepuluh destinasi yang layak dikunjungi.

Destinasi pertama adalah Desa Barugayya, yang terletak di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Di sini terhampar sebuah danau yang tenang, tempat penat di hati maupun pikiran perlahan larut bersama riak airnya. Meski ukurannya tidak terlalu luas, danau ini lebih dari cukup untuk menjadi tempat melepas lelah dan menyegarkan diri.


Desa Barugayya juga menyimpan kisah sejarah. Konon, desa ini pernah menjadi tempat persinggahan salah seorang pahlawan dari Takalar yang datang untuk berburu. Di sini pula terdapat beberapa tempat peristirahatan para tokoh daerah, di antaranya milik Bapak Ibrahim Rewa (mantan Bupati Takalar) dan Bapak Andi Makmur Sadda (mantan Wakil Bupati Takalar).

Bagi saya pribadi, tempat ini menyimpan kenangan tersendiri. Semasa SMA, saya pernah menginap di sekitar danau ini untuk mengikuti rapat kerja OSIS. Kawasan ini juga kerap dipilih sebagai lokasi perkemahan para siswa pramuka tingkat SMP dan SMA. Tidak mengherankan, sebab udaranya sejuk dan suasananya teduh.

Menuju Lokasi

Akses menuju Barugayya tidak sulit. Dari arah Pabrik Gula Takalar, teruskan perjalanan hingga memasuki wilayah Ko'mara'. Di sana terdapat belokan ke kiri; ikuti jalan tersebut hingga tiba di gerbang masuk Desa Barugayya. Setelah memasuki desa, Anda dapat bertanya kepada warga sekitar tentang letak danau, atau mencarinya sendiri. Perhatikan sisi kanan jalan, di situ terdapat papan penanda kawasan perburuan rusa. Masuklah melalui jalan tersebut, dan danau pun akan segera tampak.

Tertarik untuk berkunjung? Selamat menjelajah!

 


Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya saya memiliki sebuah blog untuk pertama kalinya. Izinkan saya memperkenalkan diri: Riswadi Talib, akrab disapa Radi, lahir di Takalar pada 26 Oktober 1990.
 
Bepergian adalah hobi yang sangat lekat dengan diri saya. Dari kecintaan itulah blog ini lahir, sebagai ruang untuk mengenalkan dan berbagi tempat-tempat favorit yang layak dikunjungi, di Indonesia pada umumnya dan di Sulawesi Selatan pada khususnya. 
 
Sebagai seorang pejalan, saya memegang satu tekad: menjelajahi seluruh penjuru Sulawesi Selatan, tanah kelahiran saya sendiri. Rasanya kurang pantas jika kita mengenal banyak tempat jauh, tetapi belum akrab dengan rumah sendiri. Alhamdulillah, sebagian besar tujuan itu telah tercapai, dan tinggal sedikit lagi menuju garis akhir.
 
Selamat menikmati perjalanan saya. My life, my adventure. Selamat datang di blog saya.