Destinasi berikutnya adalah Monumen Lapris di Desa Bulukunyi. Monumen ini berdiri di kawasan dataran tinggi, sehingga selain mengamati monumennya, pengunjung juga dapat menikmati panorama indah dari ketinggian.
LAPRIS adalah singkatan dari Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi. Kata "pemberontak" di sini tidak ditujukan kepada pemerintah Indonesia, melainkan kepada penjajah Belanda yang hendak kembali berkuasa. Gerakan ini dipimpin oleh seorang pejuang asal Takalar, Ranggong Dg. Romo. Sebagai putra daerah, saya merasa bangga.
Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di monumen ini. Tidak ada pedagang makanan dan minuman ringan, tetapi pengunjung juga tidak dikenai tiket masuk.
Meski demikian, monumen ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Para pendahulu kita telah melewati begitu banyak rintangan dan pengorbanan. Karena itu, kita perlu mengingat pesan Bung Karno, "Jasmerah": jangan sekali-kali meninggalkan sejarah bangsa kita.
Untuk para pahlawan, hormat kami. 🇮🇩
Monumen seperti ini mudah terlewat oleh pelancong yang mencari wisata hiburan, padahal justru di tempat-tempat sederhana inilah kita belajar sejarah paling dekat dengan kampung sendiri. Tidak ada wahana, tidak ada warung, hanya monumen dan hamparan pemandangan dari ketinggian. Kesunyian itu memberi ruang untuk merenung tentang orang-orang yang pernah berjuang di tanah yang sama dengan yang kita pijak hari ini.
Bagi pembaca yang gemar wisata sejarah, mengajak anak belajar sejarah lokal, atau sekadar mencari titik pandang dari dataran tinggi, Monumen LAPRIS layak singgah. Karena tidak ada pedagang, bawalah bekal air minum dan camilan sendiri. Kunjungannya singkat, sehingga mudah digabungkan dengan destinasi lain di Takalar dalam satu hari perjalanan, misalnya Benteng Sanrobone atau Danau Barugayya.
Lokasi & Rute
· Lokasi: Desa Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
· Jarak dari Makassar: sekitar 50 km, dan perkiraan waktunya 1–1,5 jam.
· Dari pusat Kota Takalar, susuri jalan poros Takalar–Jeneponto hingga memasuki Desa Lengkese. Perlambat laju kendaraan di sini.
· Di sisi kiri jalan, sebelum pasar, ada belokan yang tampak seperti pertigaan. Masuklah ke belokan tersebut.
· Jika ragu, tanyakan arah menuju Bulukunyi kepada warga setempat.
· Jalan selanjutnya lurus dan kondisinya cukup baik. Setelah sekitar satu kilometer, perhatikan sisi kanan jalan sampai menemukan papan penunjuk monumen.
· Ruas jalan menuju monumen agak bergelombang; berkendaralah dengan hati-hati.
· Tautan Google Maps: https://maps.app.goo.gl/PNqFXvEjL7CkB26r5.
Harga Tiket
· Tiket masuk: gratis (tidak dikenai tiket masuk).
· Parkir: gratis.
· Biaya lain: tidak ada.
· Dicek pada: Februari 2015.
Jam Buka
· Jam kunjungan: dapat dikunjungi sepanjang hari.
· Waktu terbaik: pagi, untuk menikmati panorama dari ketinggian.
· Lama kunjungan yang disarankan: 60 menit.
Fasilitas
· Monumen LAPRIS dan papan penunjuk lokasi.
· Panorama dataran tinggi.
· Tidak ada pedagang makanan dan minuman ringan.
· Parkir: ada.
· Toilet dan musholla : tidak tersedia.
Tips Berkunjung
· Bawa air minum dan camilan sendiri karena tidak ada pedagang.
· Perlambat laju di Desa Lengkese agar belokan sebelum pasar tidak terlewat.
· Tanyakan arah menuju Bulukunyi kepada warga jika ragu.
· Ruas jalan menuju monumen bergelombang; kurangi kecepatan.
· Hormati situs perjuangan: jaga kebersihan dan jangan mencoret monumen.
· Siang hari terik di dataran tinggi; gunakan topi dan kacamata hitam berlensa UV.
· Berkunjunglah bersama keluarga agar suasana lebih hidup.
Selamat berkunjung, semoga perjalanan Anda menyenangkan!









