Kabupaten Toraja Utara termasuk destinasi yang saya kunjungi di Sulawesi Selatan. Keinginan ke Toraja sebenarnya sudah lama ada, tetapi baru terwujud pada Desember 2014. Waktu itu saya diajak Tuching, teman kuliah saya, dan atas arahannya saya menghubungi Opi, koordinator perjalanan kami ke Toraja.
Tujuan awal kami adalah menghadiri upacara Rambu Solo' yang digelar keluarga sahabat kami dari Toraja, dr. Gustian Rante Tiballa. Ibundanya telah berpulang, dan upacara pemakamannya diselenggarakan bertepatan dengan Lovely December. Turut berdukacita, kawan.
Sambil menghadiri Rambu Solo', tidak ada salahnya sekaligus berkeliling Toraja. Saya pun berangkat bersama delapan teman: Tuching beserta temannya, Opi, Fandy, Kiko, Kak Fauzan, Deni, dan Nining. Salah seorang dari kami lalu menghubungi dr. Budhi Karoma, yang berasal dari Toraja dan juga teman kuliah kami.
Kami menginap di Toraja Prince Hotel, salah satu hotel di Toraja Utara, selama dua hari satu malam. Menjelang pulang, kami bersiap untuk kunjungan terakhir, salah satunya ke Bori'.
Tak jauh dari kuburan batu, terdapat pula pemakaman khusus bayi.
Hanya bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh yang dimakamkan di sini, di dalam lubang pada batang pohon tarra', sebab mereka dianggap masih suci. Pohon tarra' dipilih karena getahnya yang melimpah dipandang sebagai pengganti air susu ibu. Dengan cara ini, sang bayi seolah dikembalikan ke rahim ibunya, dengan harapan bahwa hal itu akan membawa keselamatan bagi bayi-bayi yang lahir kemudian.
Sungguh perjalanan yang menakjubkan.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah menemani perjalanan kali ini; berkeliling Toraja bersama kalian benar-benar menyenangkan. Terima kasih pula kepada Gusti selaku tuan rumah, dan kepada Budhi Karoma yang telah meringankan biaya penginapan kami.
Toraja Utara sungguh luar biasa.





0 komentar:
Posting Komentar