Kini kita menjelajahi Bungung Salapang di Jeneponto. Bagi yang belum mengenalnya, tempat ini adalah sebuah kompleks sumur dengan daya tarik tersendiri. Penasaran? Mari kita telusuri bersama.
Bungung Salapang adalah sumur yang sudah akrab di kalangan masyarakat sekitar. Sebagian warga mempercayai bahwa tempat ini memiliki kekuatan gaib yang mampu mengabulkan permohonan. Selain menjadi tujuan wisata, pemandian ini juga kerap dikunjungi untuk berbagai ritus adat, yaitu dengan mendatangi sembilan sumur peninggalan raja-raja Turatea dan Binamu.
Perhatikan foto di atas. Beginilah kondisi jalan menuju Bungung Salapang, difoto dari arah bawah, yakni dari lokasi sumurnya. Jalurnya berbatu, menurun curam, dan tidak dapat dilalui mobil, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra. Bagi saya, perjalanan ini sungguh mendebarkan.
Alhamdulillah, sepeda motor saya mampu melewati jalur penuh tantangan ini dengan selamat.
Di lokasi ini, sebagian warga tampak sedang mandi, sehingga pengunjung diharapkan tetap menjaga kesopanan.
Ada pula tradisi menarik yang masih dijalankan masyarakat setempat. Dalam ritual tersebut, para peziarah mengikat simbol permohonan pada ranting pohon atau rumah-rumah di sekitar lokasi, menggunakan tali, kain, atau plastik. Apabila permohonan itu terkabul, mereka kembali ke tempat ini untuk membuka ikatan tersebut, sambil membawa persembahan berupa nasi putih, telur ayam kampung, serta ketan hitam dan merah sebagai ungkapan syukur. Prosesnya memang tidak sederhana, tetapi begitulah tradisi yang hingga kini masih dijaga dengan setia.
Bagi Anda yang berminat berkunjung, bersiaplah menuruni jalan menuju Bungung Salapang yang curam dan berbatu. Bagi yang memiliki kelemahan jantung, sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara di jalur ini. Berjalan kaki mungkin lebih aman, atau sebaiknya tanyakan dulu kondisi jalur kepada warga setempat.










0 komentar:
Posting Komentar