Selasa, 10 Maret 2015

SULAWESI SELATAN - MAKASSAR

PULAU SAMALONA


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, akhirnya saya kembali mendapat kesempatan untuk menulis.

Masih seputar pulau-pulau di Makassar, pulau terakhir yang akan saya ceritakan adalah Pulau Samalona. Alhamdulillah, saya sudah tiga kali mengunjungi pulau ini bersama rombongan yang berbeda. Kunjungan pertama sekitar tahun 2011, bersama beberapa teman. Kunjungan kedua pada 2014, bersama rombongan yang lebih besar. Adapun kunjungan ketiga bersama sekelompok teman lainnya. Setiap kunjungan begitu berkesan, sebab pulau ini memang diperuntukkan sebagai tempat wisata.

Dengan demikian, hingga kini saya telah menjelajahi pulau sebanyak sembilan kali, baik di Makassar maupun di Takalar.


Samalona adalah nama yang terdengar indah di telinga. Pulau kecil ini sangat memesona, dengan pesona bawah laut yang menawan dan pasir putih yang bersih. Letaknya di sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tidak jauh dari Pantai Losari yang termasyhur itu.
 
Sungguh indah pantai di Pulau Samalona. Perjalanan ke sini pun tidak terlalu jauh: menyeberang dari Pelabuhan Bangkoa atau Pelabuhan Pannyu, hanya sekitar 30 menit. Biayanya juga terjangkau, sekitar Rp400.000 pulang-pergi. Bila berangkat sepuluh orang, per orang hanya sekitar Rp40.000. Cukup murah, bukan?
 

 

Begitu tiba di Samalona, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah mencari tempat berteduh. Di sekitar pantai atau di bawah pepohonan, tersedia tempat duduk sewaan yang disebut balla'-balla'. Tarifnya sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000 per balla'-balla', dan bisa berubah menurut keramaian. Ketika pulau ramai, harganya cenderung lebih murah, sedangkan bila pengunjung sedikit, harganya bisa sedikit lebih tinggi.

Langkah berikutnya adalah mencari tempat bilas atau toilet. Saran saya, sewalah satu toilet untuk satu rombongan. Saya pernah mendapatkannya dengan harga Rp50.000 saja. Dengan begitu, Anda tidak perlu menyewa rumah, sebab toilet itu juga bisa dipakai untuk berganti pakaian. Toiletnya tidak berbau, tetapi airnya payau. Tersedia pula air galon seharga sekitar Rp10.000 per galon.

Setelah semuanya siap, kami pun berenang di perairan yang indah ini. Airnya masih cukup jernih. Sungguh memesona.

       
 

Di pulau ini, Anda juga dapat menikmati hidangan ikan segar dari laut, dengan harga sekitar Rp28.000 per piring. Kelapa muda yang menyegarkan pun tersedia, seharga sekitar Rp20.000 ke atas.

Bagi yang ingin berenang atau snorkeling, tersedia pula penyewaan peralatan. Kacamata snorkeling disewakan sekitar Rp20.000, sedangkan pelampung sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000. Jika ditambah sirip renang (kaki katak), biayanya bertambah. Dahulu, satu paket lengkap berkisar Rp85.000. Namun, saya tidak tahu tarif terbarunya, sebab harga sewa bisa naik atau turun sesuai jumlah pengunjung.


Puas menjelajah, bukan? Karena itu, mari kita berkunjung ke Pulau Samalona selagi pulau ini masih terawat dan ramai dikunjungi, tidak seperti Pulau Kayangan yang mulai ditinggalkan.

Sampai di sini dulu perjalanan kita. Terima kasih telah membaca blog ini. Sampai jumpa di petualangan berikutnya.




0 komentar:

Posting Komentar