GOA MAMPU
Mungkin agak sedikit aneh bagi kita jika mendengar 'Goa Mampu', terutama bagi yang tidak berdomisili di Kabupaten Bone.... Kata 'Mampu' adalah sebuah nama daerah pada zaman dahulu kala di kabupaten ini... Konon, ada cerita mistis yang terjadi di goa ini... Penasaran? Ikuti kisah perjalananku di Goa Mampu...
Goa mampu merupakan salah satu objek wisata alam yang terluas di Provinsi
Sulawesi Selatan, goa ini juga menyimpan sejuta kisah yang dipercaya oleh
sebagian besar masyarakat dengan sebutan alebborengnge ri Mampu
(musibah/malapetaka di Mampu).
Di dalam goa yang memiliki luas sekitar 2000 meter persegi itu, para
pengunjung disuguhi pemandangan stalagtit dan stalagmit yang sangat rapi,
beberapa bongkahan batu yang berbentuk manusia, perahu, hewan, tumpukan padi,
persawahan. Ya, memang mirip sebuah perkampungan.
Selain itu, didalam goa tersebut terdapat kuburan kuno yang menambah kesan
mistis, satu kuburan terletak tak jauh dari mulut goa dan yang satunya lagi
berada di puncak goa itu atau tepatnya ditingkatan tujuh.
Legenda tentang goa mampu, juga tercatat dalam buku Lontara Bugis.
Yang menceritakan mengenai kisah sebuah perkampungan yang mendapat kutukan dan
seluruhnya telah berubah menjadi batu.
Namun meski demikian, hingga kini belum ada pelurusan sejarah tentang legenda
goa mampu ini, sehingga menimbulkan banyak versi yang berkembang dalam kehidupan
masyarakat.
Salah satu versi menyebutkan, jika pada zaman dahulu tempat tersebut
merupakan daerah “kerajaan mampu”. Kutukan berawal ketika putri raja sedang
menenun seorang diri di teras rumah panggungnya. Namun, karena rasa ngantuk,
alat tenun atau yang disebut “walida” milik sang putri terjatuh ke
tanah.
Tak jauh dari tempat tersebut, ada seekor anjing. Putri raja langsung meminta
tolong kepada anjing tersebut untuk mengambilkan walidanya. Tiba-tiba
anjing itu berbicara layaknya seorang manusia. Sang putri langsung kaget dan
seketika itu tubuhnya berubah menjadi batu dari kepala hingga ujung kakinya.
Setelah para dayang serta masyarakat melihat kejadian yang menimpa sang
putri, mereka langsung kaget dan menunjuk seraya bertanya apa yang sedang
terjadi. Namun yang lebih naasnya lagi, setiap orang yang bertanya, dirinya pun
berubah menjadi bongkahan batu. Dan kini peristiwa tersebut, dikenal oleh
masyarakat dengan istilah Sijello’ to Mampu (saling menunjuk).

Nah, sebelum masuk ke dalam goa ini, para pengunjung harus mempersiapkan alat
penerangan, atau jika tidak, di tempat tersebut ada obor yang disewakan khusus
untuk pengunjung. Di dalam goa kondisinya sangat gelap, terkecuali tempat-tempat
tertentu yang mendapat pancaran sinar matahari dari langit-langit goa yang
berlubang.
Selain itu, untuk menyusuri goa itu, anda dapat menggunakan pemandu lokal
yang selalu siap sedia agar anda tidak tersesat di dalam. Bersiaplah merogoh kocek senilai 70ribu... Jadi, mending ramai-ramai aja datang ke sini ya... Seru loh!!! ^_^
0 komentar:
Posting Komentar