Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Senin, 23 Februari 2015

Air Terjun Tujuh Tingkat Sinjai : Menyusuri Tujuh Tingkat Kesegaran Alam di Tanah Bersatu

AIR TERJUN TUJUH TINGKAT


Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Setelah menjelajahi Kabupaten Bulukumba, kini saatnya saya beranjak ke Kabupaten Sinjai. Tak terasa, sudah lima kabupaten yang saya ceritakan, dan Sinjai adalah yang keenam.

Sinjai adalah kabupaten tetangga Bulukumba. Untuk sampai ke sana, saya menempuh perjalanan lebih dari 200 kilometer, cukup jauh. Namun, perjalanan ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan pernikahan seorang teman kuliah, Yuyun, yang menikah dengan senior dari UMI, Kak Abdi. Semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin.

Awalnya, Yuyun mengajak saya menghadiri pernikahannya. Tentu saja kesempatan itu tidak saya lewatkan, apalagi saya memang sudah lama ingin berkunjung ke Sinjai. Terima kasih, Yuyun, karena tanpa ajakanmu mungkin saya tidak akan menginjakkan kaki di Sinjai lagi.

Kami berangkat bertiga. Namun setibanya di sana, saya menjelajah seorang diri. Ada sekitar tiga tempat wisata yang saya kunjungi. Ingin tahu kisahnya? Simak perjalanan saya.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Air Terjun Tujuh Tingkat. Mengapa dinamakan tujuh tingkat? Bagaimana ceritanya?


Objek wisata ini dinamakan Air Terjun Tujuh Tingkat karena alirannya yang deras jatuh melewati tujuh tingkatan. Oh, begitu rupanya. Coba perhatikan foto di atas baik-baik: benarkah ada tujuh tingkat?

Perjalanan menuju tempat ini benar-benar penuh perjuangan dan tak terduga. Saya harus berulang kali bertanya kepada warga setempat. Sayangnya, beberapa petunjuk arah yang saya terima kurang jelas, sehingga saya sempat tersesat di jalan yang panjang ini.

Ditambah lagi, lokasi parkir motor berjarak hampir satu kilometer dari air terjun, dan untuk sampai ke bawah, kita harus menuruni sejumlah anak tangga. Sungguh melelahkan, tetapi tentu sepadan dengan pemandangan yang menanti.

Sesampainya di bawah, ternyata kawasan wisata ini kurang terawat. Setelah perjuangan menuruni tangga, kenyataan itu cukup mengecewakan. Untunglah air terjunnya masih memikat.

Sepertinya tempat ini memang belum dikelola dengan baik. Saat saya datang pun suasananya sangat sepi. Sejujurnya, saya sendiri tidak tahu mengapa bisa senekat itu. Motor saya parkir jauh di atas, dan saya berada di sini seorang diri, sehingga suasananya terasa cukup menegangkan. Ada pula jembatan yang sudah rusak, sehingga saya tidak berani menyeberang.

Semoga pemerintah Kabupaten Sinjai berkenan memperhatikan hal ini, sebab tempat wisata adalah daya tarik bagi pengunjung. Bila dirawat dengan baik, tempat ini tentu akan jauh lebih menarik dan tidak sesepi sekarang.

Air terjun ini berada di Desa Lembang, Kecamatan Tellulimpue, sekitar 45 kilometer dari ibu kota Sinjai. Bagi yang ingin menguji nyali, silakan berkunjung. Namun sebaiknya datanglah beramai-ramai, karena suasananya cukup sepi bila sendirian.

0 komentar:

Posting Komentar