Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Sabtu, 30 Mei 2015

SULAWESI SELATAN - LUWU UTARA

PERMANDIAN ALAM TAMBOKE


Hi guys... Sekarang saya akan menuliskan pengalaman saya ketika berkunjung ke Masamba, Luwu Utara... Skali lagi, kebanyakan tempat wisata di Luwu Utara ini merupakan tempat permandian... Salah satunya, di Desa Tamboke, Kecamatan Sukamaju...
Di kabupaten Luwu Utara terdapat beberapa sungai utama yang berfungsi sebagai catchment area. Selain itu, salah satu kelebihan dari sistem sungai-sungai di kabupaten ini adalah keadaan airnya yang masih jernih dan alami sehingga berpotensi tinggi dijadikan sebagai tempat rekreasi.
Pemandian Alam Tamboke adalah salah satunya. Pemandian alam ini berlokasi di sebuah desa yang bernama Tamboke, nama pemandian alam ini memang diambil dari nama desa lokasi dimana pemandian alam ini berada.
Pemandian Alam Tamboke dikenal dengan sungai dan pemandian di sekitar bendungan. Tetapi biasanya masyarakat lebih memilih untuk ke hulu sungai melakukan rekreasi dan juga mengolah bahan makanan di tepi sungai. Pengunjung yang banyak melakukan aktivitas mengolah makanan di tepi sungai ini adalah daya tarik tersendiri bagi Pemandian Alam Tamboke. Jadi pengunjung dapat menikmati kesegaran mandi di alam, setelah itu memanjakan perut sekaligus.
Nah, buat kamu nih, masyarakat Masamba khususnya, ini adalah salah satu tempat permandian yang recommended loh... Lumayan, airnya dingin brayyyy...

Senin, 25 Mei 2015

SULAWESI SELATAN - LUWU UTARA

PERMANDIAN ALAM MELI


Berkeliling di Masamba, tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi tempat permandian... Maklumlah, ternyata rata-rata destinasi di Luwu Utara ini kebanyakan tempat permandian guys... Mungkin karena orang Masamba suka mandi kali ya... hehehe
Objek wisata alam sungai meli, adalah salah satu bukti nyata betapa banyaknya potensi sumber daya alam. Ditunjang dengan prasarana akses jalan aspal, kolam renang serta tempat peristrahatan atau villa, yang dibagun oleh pemerintah Kabupaten Luwu Utara, tentunya memudahkan dan memanjakan pengunjung untuk menjadikan permandian alam sungai meli sebagai pilihan tempat berakhir pekan yang nyaman.
Mata kita serasa dimanjakan dengan indahnya panorama alam, saat pengunjung menelusuri akses jalan dari pertigaan jalur poros trans Sulawesi di Desa Radda, hingga tiba di lokasi villa dan kolam renang sungai. Jarak tempuh ke lokasi ini sekitar 10 km dari Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara, atau berjarak sekitar 430 km arah utara Kota Makassar.
Jika kamu ingin berakhir pekan bersama keluarga, objek wisata permandian alam Sungai Meli, adalah pilihan tepat untuk melepas kepenatan, sambil bercengkerama dengan indahnya panorama alam...

SULAWESI SELATAN - LUWU UTARA

KOMPLEKS MAKAM DATOK PATTIMANG DAN PETTA PAO


Ini adalah perjalanan yang sungguh melelahkan menuju Luwu Utara... Perjalanan dari Makassar ke Masamba sangat jauh guys... Belum lagi, ban dalam saya sempat bocor di jalan menuju Kota Palopo, di daerah pegunungan pula... Untung gak sampai jatuh ke jurang guys gara-gara ban bocor, hufffttt
Namun, sekali lagi... Dengan modal nekad, saya harus tetap sampai di Masamba, apapun yang terjadi... Dan, alhamdulillah, saya pun menginjakkan kaki di kota ini... Kalau dipikir-pikir, sepertinya hanya saya seorang saja yang mau melakukan perjalanan sejauh ini, hahahaha...
Tentunya, karena sudah sampai di Masamba, saya pun harus mengunjungi tempat-tempat menarik di sini... Salah satunya adalah makam orang-orang penting Masamba jaman dulu... Siapa saja mereka? Yuk disimak...
Datuk Patimang yang bernama asli Datuk Sulaiman dan bergelar Khatib Sulung adalah seorang ulama dari Koto Tangah, Minangkabau yang menyebarkan agama Islam ke Kerajaan Luwu, Sulawesi sejak kedatangannya pada tahun 1593 atau penghujung abad ke-16 hingga akhir hayatnya. Dia bersama dua orang saudaranya yang juga ulama, yaitu Datuk ri Bandang yang bernama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal dan Datuk ri Tiro yang bernama asli Nurdin Ariyani dengan gelar Khatib Bungsu menyebarkan agama Islam ke kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan pada masa itu.
Kalau makam yang satunya lagi, Petta Pao, adalah makam orang penting juga nih guys... Namun, makamnya tidak terlalu diziarahi, yang tersering itu di Kompleks Makam Datok Pattimang... Meskipun begitu, makam Petta Pao masih terawat dengan baik...
Kompleks Makam Datok Pattimang dan Petta Pao ini berada di dua Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Luwu Utara yakni makam Datok Pattimang berada di Kecamatan Malangke, tepatnya di Desa Pattimang, yang jaraknya 40 km dari Masamba, Ibukota Kabupaten Luwu Utara dan Makam Petta Pao berada di Kecamatan Malangke Barat di Desa Pao yang jaraknya 47 km dari Masamba Ibukota Kabupaten Luwu Utara (jarak 11 km dari Makam Datok Pattimang.
Satu hal yang baru saya sadari, mengapa Sulawesi Selatan terpengaruh dengan kata "Datuk"... Ternyata istilah ini berasal dari Minangkabau, dibawa oleh para pendakwah ini... hmmmm

Rabu, 20 Mei 2015

SULAWESI SELATAN - LUWU UTARA

AIR TERJUN SARAMBU ALLA


Melakukan perjalanan yang sungguh jauh, tidak sempat terpikirkan sebelumnya... Luwu Utara sendiri adalah kabupaten yang ingin saya kunjungi... Dengan modal nekad, dan uang 600ribu, saya pun berangkat menuju Luwu Utara, sendiri... Tak tahu kenapa, saya sangat ingin menginjakkan kaki di Bumi Batara Guru ini... Sungguh sesuatu yang sangat menantang untuk saya... hmmmm
Pagi itu saya pun bersiap-siap untuk berangkat ke Masamba tepat pukul 6 tenggg.... Berkendara motor sendiri menjadi pilihan terakhir, saking penasarannya dengan Luwu Utara...
Kembali lagi saya harus mengulang perjalanan yang sama seperti kala pergi ke Palopo... Capek sih, tapi kalau sudah diniatkan, insya Allah akan tercapai kok... Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Sidrap, Enrekang, Toraja, dan akhirnya Palopo...
Dan alhamdulillah, saya sampai di Kota Masamba pukul 4 sore... Saya pun mencari penginapan, dan syukurnya langsung dapat yang murah, 50ribu per hari @ Penginapan Sarinah... Lebih murah dari Selayar eeuuyyyy...
Dan tibalah waktunya saya berpetualang di kabupaten ini, dengan destinasi pertama, Air Terjun Sarambu Alla di Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara...
This is Sarambu Alla waterfall... Amazing guys!!!
Ternyata, air terjun ini terletak jauh dari jalan poros... Sudah sempat tanya sana-sini sama warga, walaupun pertamanya ragu sudah bener gak yah jalannya? hahahaha
Pertama, jalannya mulussss sekali... Pas diujung-ujung, eh berbatu deh... Terus2 lagi, eh malah jadi jalanan tanah dan buntu... Kepaksa deh jalan kaki menuju air terjun... Walaupun saya tidak tahu persis sumber air terjunnya dimana guys, tapi tetep aja jalan terus... hahahaha
Setelah berjalan jauh, akhirnya saya menemukan sumber air terjunnya... Alhamdulillah, ada kepuasan tersendiri ketika bertemu air terjun ini...
Sebenarnya agak horror juga guys, mengingat saya hanya sendiri di tempat ini... Belum ada orang lain lagi nih... huhuhu
Tapi tetap dengan modal nekad yang harus dimiliki, air terjun inipun harus saya datangi walaupun dengan berbagai macam rintangan yang saya hadapi.. So, buat yang suka tantangan, air terjun ini salah satunya yang wajib kamu datangi... ^_~

Senin, 18 Mei 2015

SULAWESI SELATAN - KEP. SELAYAR

PANTAI BALOIYA


Yah, masih di Kabupaten Kepulauan Selayar... Kali ini saya akan membahas mengenai destinasi wisata yang ketiga, yaitu Pantai Baloiya... Seperti apa keseruannya? Silakan membaca ulasan berikut...
Pantai Baloiya adalah salah satu obyek wisata alam kepulauan selayar yang terletak di Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar‎. Lokasi obyek wisata ini berjarak ±10 km dari Kota Benteng.
Jalan-jalan di pantai ini, lumayan membuat kita terasa nyaman guys... Ada pulau-pulau kecil di seberang pantai ini... Lalu, kita juga bisa menikmati keindahan langit di sore hari, saat sunset... Lagipula, tempat ini tidak dipungut biaya loh!!! Kecuali kalau masuk ke resortnya sih... hehehe
Nah, bagi pencinta pantai, ini nih salah satu tempat wisata favorit di Selayar...

SULAWESI SELATAN - KEP. SELAYAR

GONG NEKARA


Nice to meet you again people... Sekarang, saya akan bercerita pengalaman saya mengunjungi tempat kedua, yakni Gong Nekara... Sebelumnya, saya pengen cerita sedikit dulu mengenai Kep. Selayar...
Saya masih terkagum-kagum menginjakkan kaki di Selayar ini... Maklum, baru maen ke sini om... Sudah melakukan perjalanan sendiri, naik fery sendiri, lihat ikan lumba-lumba, apalagi ya? pokoke seru deh... Tapi, ada satu yang sepertinya agak menghambat guys... Yakni, harga barang-barang di Selayar cukup mahal, gileeee...
Harga hotel-hotel di Kep. Selayar itu, katanya di atas harga 100ribu guys... Saya aja pernah ke Palopo dapat 95ribu... Kalau Selayar? ternyata lebih mahal lagi... ckckck
Belum lagi, waktu saya sewa motor di sini, harganya 70ribu per hari... Makanannya, coto Makassar seharga 18ribu... Aduh mamam, pengen pulang aja rasanya... Untung sudah beli tiket pulang...
So, kalau mau ke Selayar, kudu bawa banyak uang... Atau paling tidak, punya uang di rekening kamu deh... hahahaha
Kembali ke laptop!!! Kita bahas gong nekara lagi ya, hehehe... Tapi btw anyway busway, sudah tau belon gong nekara? Ya udah, dijelasin dululah dikit...
Gong nekara adalah gong perunggu buatan kebudayaan Dong Son, yang terdapat di delta Sungai Merah Vietnam Utara. Gong ini diproduksi pada sekitar 600 tahun sebelum masehi atau sebelumnya, sampai abad ketiga Masehi. Dengan menggunakan metode pengecoran logam yang telah hilang (lost wax method)...
Gong Nekara terbesar di Asia Tenggara dan bahkan tertua di dunia adalah gong nekara yang ada di Pulau Selayar. Menurut informasi dari tetua adat dan penduduk Kelurahan Bontobangun (tempat ditemukannya gong nekara), gong tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686.
Waaaah, keren ya sejarahnya... Tapi sayang guys, waktu ke sana saya tidak bisa melihat secara langsung... Katanya, kalau mau lihat, harus menghubungi pemegang kuncinya... Soalnya gong ini dijaga ketat guys, jadi harus dikunci donkz... So, menarik kan? Makanya, mumpung gratis euy... ^_~

Kamis, 14 Mei 2015

SULAWESI SELATAN - KEP. SELAYAR

DESA WISATA JAMMENG


Holla, saya akan menceritakan kembali kisah petualanganku menuju ke kabupaten berikutnya... Well, tempat selanjutnya yang sangat ingin saya kunjungi yakni Kabupaten Kepulauan Selayar... Wah, seperti apa keseruannya? Yuk simak ceritaku berikut ini...
Ketika itu saya bertekad untuk melakukan perjalanan ke Selayar sendiri... Saya telah memberitahu kepada Kak Nova, salah satu pegawai di Bagian Biokimia FK Unhas yang juga berasal dari Selayar... Kak Nova pun segera menghubungi keluarganya di Selayar agar saya tak usah menginap di tempat lain... Alhasil, nantinya saya tetap berpetualang sendiri tanpa ditemani siapapun... Wkwkwkwk
Akhirnya saya pun berangkat menuju Selayar dengan menggunakan bis ber-AC... Wow, nyaman skali bisnya... hahaha Hari itu saya memulai perjalanan tepat pada pukul 09.00 WITA... Lalu, bis segera meluncur dari terminal... Di perjalanan saya pun menyaksikan pemandangan yang sudah sering saya lihat, soalnya saya sudah mengunjungi daera-daerah tersebut sebelumnya, seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, hingga Bulukumba... Daaan, sampailah kami di penyeberangan kapal feri Bulukumba-Selayar... Woowww, this is the first time... hahahaha
Lalu, mulailah perjalananku menggunakan kapal fery selama hampir 2,5 jam... Saya pun tetap berada di dalam bis... Tapi nih guys, sebenarnya dilarang loh berada di bis saat fery berangkat, dan saya baru menyadari itu saat pulang dari Selayar... ahahahahaha
Selama perjalanan, baru pertama kalinya saya melihat ikan lumba-lumba berkejar-kejaran di laut... Ahh, indahnya... Dan tak lama kemudian, kami pun sudah sampai... Lalu, bis kemudian mengantarkan kami ke Kota Benteng, ibukota Kab. Selayar...
Sampailah saya di Selayar, lalu menginap di Selayar Beach Hotel... Soalnya, keluarga kak Nova ternyata lagi sibuk ngurus pilkada... Yahhh, langsung gak enakan deh sudah mengganggu... Dan akhirnya, saya pun memulai perjalanan saya esok harinya ke Desa Wisata Jammeng...
Desa Wisata Jammeng merupakan desa yang terletak di Kecamatan Bontosikuyu, Kab. Selayar... Ternyata nih guys, desa ini letaknya jauuuuuuhhh bangetz... Mungkin sekitar 2 jam barulah saya sampai di tempat ini... Jalanan menuju ke sana pun sangat menantang, soalnya jalannya sempit dan naik turunnya tajam... Hiiiii
Sesampai di sana, ternyata penduduknya ramah-ramah... Dan saya pun mengunjungi air terjun yang katanya bagus... Namun, saya tidak sampai ke sumbernya guys, jauh banget, mau sholat Jumat pula...
Selain itu guys, dalam perjalanan pulang, saya juga sempat melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan... Inilah pemandangannya...
Wah, seru ya berpetualang ke Kab. Kep. Selayar, so buat kamu yang merasa tertantang nih, yuk let's go aja guys...