Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Jumat, 08 Juni 2018

GORONTALO - GORONTALO

DANAU LIMBOTO


Nah, tempat berikutnya yang saya kunjungi adalah Danau Limboto yang terletak di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo... Danau ini memiliki kedalaman antara 5 hingga 8 meter, para pengunjung atau wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan, antara lain, memancing, lomba perahu, atau berenang. Selain itu, mereka juga dapat menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh masyarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.
Danau Limboto dari tahun ke tahun luas dan tingkat kedalamannya terus berkurang. Luas Danau Limboto pada tahun 1999 berkisar antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha.
Untuk mencapai Danau Limboto ini, akses yang ada sangatlah mudah dan sudah tersedia banyak. Hanya berjarak 16 kilometer saja dari Bandara Jalaluddin, kita bisa menggunakan jasa taksi atau juga mobil yang bisa disewa dari bandara.

Dengan posisinya yang cukup dekat dari pusat kota Gorontalo, kita bisa menemukan banyak penginapan di Gorontalo. Banyak penginapan yang bisa kita sesuaikan dengan budget perjalanan. Untuk urusan makanan, kita bisa mencoba menikmati sajian ikan bakar yang segar dan ditangkap langsung oleh para nelayan di sekitar danau. So, tunggu apalagi? Yok buruan ke tempat wisata ini...!!!

Minggu, 20 Mei 2018

GORONTALO - GORONTALO

MENARA PAKAYA


Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Bumi Gorontalo. Sebelumnya, saya sudah menginjakkan kaki di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Selanjutnya, saya berencana menginjakkan kaki di Sulawesi Utara. Nah, back to the topic, ini adalah cerita perjalanan saya mengunjungi Gorontalo...
Tempat pertama yang akan saya ceritakan adalah ketika saya mengunjungi Menara Pakaya. Well, mungkin di luar sana masih banyak yang belum tahu tentang Menara No.1 di Gorontalo ini...
Jadi, menara setinggi 65 meter yang terletak di pusat Kota Limboto ini biasa dikenal sebagai Menara Eiffel-nya Gorontalo karena memang bentuknya yang sedikit mirip dengan Menara Eiffel yang ada di Paris, Perancis. Menara ini dibangun pada tahun 2002 oleh Bupati Gorontalo yang menjabat saat itu, yaitu Ahmad Pakaya. Dari puncak menara yang terdiri dari 5 lantai ini kita bisa menikmati pemandangan ke arah Kota Limboto maupun Danau Limboto.
Kesan pertama ketika saya memasuki Menara Pakaya ini, yakni berasa sepi. Kok bisa ya? Saya sudah membaca artikel tentang menara ini di internet yang pengunjungnya selalu membludak hampir tiap hari, tapi kenyataannya berbeda dengan sekarang. Ternyata, ada cerita dibalik itu semua kawan. Dan, saya hanya akan menceritakan realitanya di Blog saya ini.
Jadi, pada awal pembangunan menara ini, warga cukup antusias untuk mengunjungi tempat wisata ini. Hampir setiap hari orang berkunjung ke tempat ini. Mungkin jika dihitung-hitung, tiap hari hampir ratusan yang berkunjung ke sini. Yang namanya bangunan baru, pasti akan sangat menarik bagi masyarakat pada umumnya...

Semuanya berubah ketika ada satu kasus yang terjadi di Menara Pakaya ini. Tahukah kamu apa? Ya, kasus bunuh diri. Ceritanya, ada seorang pria yang mempunyai pacar di Gorontalo ini. Kemudian, pria tersebut merantau di Jakarta untuk menimba ilmu. Sekembalinya ke Gorontalo pas lagi liburan, ternyata pacarnya sudah punya gandengan yang lain (saya juga hanya mendengar ceritanya dari masyarakat sih). Alhasil, kecewalah sang pria ini terhadap pacarnya yang tidak setia itu.
Akhirnya, pria tersebut memutuskan untuk mendatangi Menara Pakaya sendirian. Penjaga menara juga dari awal sudah menaruh curiga terhadap pria tersebut. Hingga pada ketinggian sekitar 70 meter, maka melompatlah pria tersebut dari atas Menara hingga jatuh ke bawah mengenai aspal.
Pada akhirnya, mayat pemuda yang jatuh tersebut berada di sekitar penjual makanan dan minuman yang ada di menara tersebut. Darah tercecer ke mana-mana, hingga isi otak sang pelaku bunuh diri mengenai gerobak-gerobak sang penjual makanan dan minuman. Warga pun berlarian kesana kemari untuk menyelamatkan diri dan merasa ketakutan. Akhirnya, TKP pun ditutup hingga waktu yang telah ditentukan. Itulah sebabnya mengapa tempat wisata yang satu ini sudah tidak terlalu diminati lagi oleh masyarakat seperti pada awal pembangunannya. Warga sekitar menjadi trauma akibat kejadian itu.
Karena penasaran dengan menara tersebut, saya tidak mau ketinggalan untuk mengunjunginya. Walaupun sekarang sudah sangat sepi wisatawan, namun walau begitu Menara Pakaya tetap menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo dan pernah menjadi tempat wisata yang terkenal di Indonesia.

Rabu, 06 Desember 2017

SULAWESI TENGAH - DONGGALA

PUSAT LAUT


Pertama kali saya mendengar tempat wisata ini, saya penasaran dengan maksud dari "Pusat Laut" itu sendiri... Gimana ceritanya ya? Yuk kita explore bareng...
Pusat Laut Donggala berada di kawasan Pantai Donggala, pusat laut ini memiliki bentuk seperti sumur raksasa dengan ukiran bebatuan besar yang terbentuk alamai yang berdiameter 10 meter dan mempunyai kedalaman 7 meter. Air di dalamnya berasa asin seperti air laut dan berwarna jernih kebiru-biruan. Konon katanya ada sebuah lubang yang menghubungkan antara pantai dan pusat laut ini, karena jaraknya dari bibir pantai hanya sekitar 500 meter.
Keunikan lainnya yang dimiliki pusat laut ini adalah airnya yang tidak pernah keruh walaupun banyak anak-anak dan masyarakat yang berenang atau menyelam. Air disini akan mengalami pasang apabila air laut sedang surut dan begitupun sebaliknya. Selain itu, kata masyarakat air di pusat laut ini dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Percaya tidak percaya semua kembali kepada yang diatas. Banyak pengunjung membawa pulang air pusat laut ini, biasanya pengunjung meminta tolong kepada anak-anak yang sedang berenang di dalamnya dengan upah yang sepantasnya.
Selain keunikan dari Pusat Lautnya, Pantai Donggala juga memiliki keindahan yang tak kalah dengan pantai-pantai lainnya. Pantai Donggala memiliki bibir pantai yang luas dan air ombak yang landai. Membuat pengunjung bisa dengan bebas bermain ataupun berenang tanpa khawatir ombak yang besar. Pantai berhiaskan pasir putih yang bersih ini juga memiliki keindahan biota bawah laut yang sangat eksotis. Di area dekat pantai terdapat hamparan luas rumput taman yang bisa buat pengunjung untuk sekedar bersantai bercengkerama bersama.
Pusat Laut Donggala terdapat di Area pantai Donggala yang berlokasi di Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Untuk menuju ke tempat wisata ini cukuplah mudah, apabila dari Kota Palu bisa menggunakan kendaraan pribadi yang berjarak sekitar 45 kilometer atau dengan jarak tempuh 45 menit perjalanan.
Di area Pantai Donggala ini sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah, sehingga fasilitas sudah sangat lengkap dan adanya penginapan yang berada di area pantai bagi pengunjung yang mengiginkan menginap di pinggir pantai.

SULAWESI TENGAH - DONGGALA

PANTAI TANJUNG KARANG


Nah guys, sekarang saya akan menceritakan tentang Pantai Tanjung Karang yang terletak di Kabupaten Donggala. Pokoknya, liburan di Sulawesi Tengah seru guys!!! Yuk kita telusuri pantai yang satu ini...
Pantai Tanjung Karang terletak di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang dapat dicapai dengan berbagai alat transportasi selama 30 menit sampai dengan 1 jam perjalanan dari pusat kota Palu, entah menggunakan mobil ataupun sepeda motor. Untuk pendatang, penyewaan rental mobil dapat dilakukan dengan berbagai harga yang bervariasi, mulai dari Rp. 250.000 sedangkan yang ingin menyewa ojek ataupun mencarter angkutan umum bisa mencarinya di jalan Imam Bonjol dan Pasar Inpres, paling sedikit menghabiskan budget Rp.50.000 - Rp.100.000/orang untuk mencapai tempat itu.
Perjalanan menuju pantai Tanjung Karang tidak akan membosankan karena sepanjang jalan yang dilewati bersisihan dengan pantai yang menyuguhkan pemandangan yang indah. Tata daerah lingkungan yang rapi dan bersih kabupaten donggala membuat mata terkagum-kagum saat melihatnya. Bagi pecinta fotografi ataupun model tempat-tempat ini bisa menjadi spot yang menarik.
Meskipun cukup jauh dan sedikit tersembunyi, keindahan pantai tanjung karang banyak menarik perhatian turis-turis asing untuk melakukan diring ataupun berjemur di bawah matahari. Pantai Tanjung karang ini, sangat digemari oleh para turis karena memiliki landscape yang unik. Di satu sisi, terdapat pantai landai dengan hamparan pasir putih dengan air yang dangkal. Sementara, sisi yang lainnya lagi ada tebing tinggi dengan laut yang cukup dalam.
Selain alasan keindahannya, tempat wisata pantai tanjung karang ini sangat membantu para wisatawan memenuhi keinginannya untuk menghabiskan waktu, dengan menyediakan beragam fasilitas yang memanjakan serta menggoda selera. Untuk tempat beristirahat tersedia Cottage dan Tenda, untuk yang ingin berjeliling disediakan Perahu dan Banana Boat, tersedia juga Perlengkapan berenang, snorkeling serta diving seta makanan dan minuman untuk mengganjal perut yang lapar.
Nah, kamu sudah mendapatkan informasi tentang Pantai Tanjung Karang. Jangan lupa ya untuk mengikuti ceritaku di perjalanan berikutnya... Terimakasih dan wassalam... ^_~

SULAWESI TENGAH - PALU

MUSEUM PROVINSI SULAWESI TENGAH


Wah, ternyata museum Sulawesi Tengah unik guys. Setelah berjalan-jalan, kita bisa melihat berbagai jenis peninggalan bersejarah masyarakat Sulawesi Tengah. Nah, berikut sedikit penjelasan tentang Museum Sulawesi Tengah ini...
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah mulai dibangun pada tahun anggaran 1977/1978. Museum ini dibangun di atas tanah seluas 1,8 Ha di Jalan Kemiri No. 23 Palu. Dari awal pembangunannya, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah terus mengalami perkembangan yang pada akhirnya resmi dinyatakan sebagai Unit Pelaksana Teknis berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0754/0/1987 tanggal 2 Desember 1987. Museum ini bertujuan menyelamatkan warisan peninggalan sejarah dan budaya nasional dan turut ambil bagian dalam pembinaan kebudayaan bangsa. Di samping itu, museum ini juga berusaha meningkatkan apresiasi masyarakat terutama generasi pelanjut terhadap nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai sejarah sehingga generasi muda bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.
Selain menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan sejarah dan budaya dari provinsi Sulawesi Tengah, museum ini juga mempunyai koleksi lain yang menjadi daya tarik bagi orang-orang yang berkunjung ke museum ini. Terdapat sebuah Al-Qur'an kuno raksasa berumur ratusan tahun yang ditulis dengan tangan dan benda-benda peninggalan dari masa kolonial dulu seperti berbagai macam senjata; keris dan meriam merupakan koleksi lain museum yang bisa dinikmati para pengunjung. Lokasi museum ini berada di tengah kota dan di sekitarnya terdapat berbagai macam fasilitas umum seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Jangan lupa untuk mengunjungi museum yang juga mempunyai fasilitas perpustakaan ini ketika berkunjung ke kota Palu. Alangkah bermanfaatnya ketika waktu luang diisi dengan mengunjungi tempat yang selain dapat menambah wawasan, tapi juga menambah rasa cinta terhadap bangsa sendiri.
Jika sedang berada di kota Palu, mampirlah sejenak ke Museum Sulawesi Tengah. Museum yang terletak di Jalan Kemiri No 23, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat mempunyai koleksi yang terdiri dari benda-benda geologi, biologi, etnografi, arkeologi, histori, numismatic, filologi, keramik seni rupa, dan teknologi modern. Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 1.500 untuk anak-anak, Rp 3.000 untuk dewasa, dan Rp 10.000 untuk turis asing, pengunjung sudah bisa menikmati koleksi-koleksi museum yang berhubungan dengan sejarah dan budaya dari provinsi Sulawesi Tengah sendiri, Kain Tenun Donggala, pakaian adat tradisional dari semua kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, replika Patung Palindo yang menggambarkan nenek moyang orang Bada, serta Taingaja yang merupakan patung kepala kerbau yang terbuat dari perunggu adalah sebagian koleksi dari Museum Sulawesi Tengah yang berkaitan erat dengan provinsi tersebut.


SULAWESI TENGAH - PALU

SOU RAJA


Nah guys, ini adalah tempat wisata yang beda dari yang lain. Sekarang kita akan berjalan-jalan ke rumah adat Sou Raja Kota Palu. Tapi, mungkin masih banyak yang belum tahu sejarah dari rumah adat Sou Raja. Yuk telusuri!
Banua oge atau Sou raja adalah rumah adat kota Palu. Dulu Sou raja ini berfungsi sebagai tempat tinggal para raja dan keluarga dan juga sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Pembangunan Sou Raja ini atas prakarsa Raja Yodjokodi pada sekitar abat 19 masehi. Selama masa pendudukan bala tentara jepang di kota Palu (1942-1945), bangunan Sou Raja diambil alih dan dijadikan sebagai kantor pemerintahan pada saat itu. Kemudian pada tahun 1958, bangunan Sou Raja digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia sebagai markas militer dalam operasi penumpasan pemberontakan PERMESTA di Sulawesi Tengah.

Bangunan Banua Oge atau Sou Raja adalah bangunan panggung yang memakai konstruksi dari kayu dan dengan paduan arsitektur bugis dan kaili. Luas keseluruhan Banua Oge atau Sou Raja adalah 32x11,5 meter. Tiang pada bangunan induk berjumlah 28 buah dan bagian dapur 8 buah.
Souraja terletak di Jalan Pangeran Hidayat. Objek wisata ini terletak di wilayah administratif Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Rumah adat ini dapat ditemukan dengan mudah karena lokasinya yang strategis. Nah, bagi kamu yang berminat dengan wisata sejarah, maka destinasi wisata ini adalah salah satu yang wajib untuk dikunjungi...

SULAWESI TENGAH - PALU

PANTAI TAMAN RIA


The next trip adalah tujuan Pantai Taman Ria. Nah, pantai ini terletak tidak jauh dari Jembatan Palu IV, so let's check it out guys!
Pantai Taman Ria terletak hanya ± 2 km dari pusat Kota Palu, pada sisi kanan jalur Palu – Donggala. Disini sangat cocok sebagai lokasi untuk menikmati pemandangan disaat matahari terbit. Dengan panjang pantai sekitar 500 meter, pengunjung dapat dengan leluasa memilih tempat untuk bersantai. Di sore dan malam hari, pengunjung dapat menikmati beragam hidangan makanan tradisional karena disepanjang pantai banyak berjajar rumah makan. Fasilitas lain disini adalah panggung terbuka, tak jauh dari lokasi juga terdapat dua masjid (pada sisi kiri dan kanan dari pintu masuk Taman Ria), kesemua fasilitas tersebut berada tidak jauh dari bibir pantai.
Bagi kamu yang gemar makan Kaledo, kamu bisa mendapatkannya tidak jauh dari lokasi wisata ini, karena diseberang jalan pantai Taman Ria terdapat rumah makan Kaledo Stereo. Di sore dan malam hari kamu juga bisa menemukan selera lain, yaitu ikan bakar, karena tidak jauh dari pantai ini banyak penjual ikan bakar, tepatnya disisi kiri dan depan Kampus Unisa. Pendek kata, jika ada yang berwisata ke pantai Taman Ria maka kita tetap bisa bersantai.