Sabtu, 30 Maret 2019

SULAWESI UTARA - MINAHASA

BUKIT DOA TOMOHON


Assalamu'alaikum. Pada kesempatan ini saya kembali menuliskan pengalaman Radi The Explorer. Setelah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, kini tiba giliran Sulawesi Utara. Alhamdulillah, dengan ini perjalanan saya mengelilingi Sulawesi pun tuntas.

Di Sulawesi Utara saya mengunjungi tujuh tempat wisata ternama. Berikut saya uraikan satu per satu.

Kali ini saya menulis tentang Bukit Doa di Tomohon. Tempat ini memiliki banyak nama lain, antara lain Bukit Doa Manado, Bukit Doa Mahawu, Bukit Kelong, dan Jalan Salib Mahawu, tetapi semuanya merujuk pada tempat yang sama.

Bukit Doa terletak di Tomohon, kota pegunungan berhawa sejuk sekitar 30 kilometer dari Manado, yang dapat dicapai dalam kurang lebih 40 menit berkendara. Bukit ini tampil elok berkat bunga-bunga yang ditanam di sekelilingnya (Tomohon memang dikenal sebagai Kota Bunga), dengan Gunung Lokon, salah satu gunung berapi aktif di Sulawesi Utara, sebagai latarnya.

Di Bukit Doa terdapat sebuah kapel modern yang unik bernama Chapel of Mother Mary. Berkat bentuknya yang khas, kapel ini kerap menjadi lokasi foto pranikah. Bangunan menarik lainnya adalah amfiteater berkapasitas sekitar 1.500 orang, yang sangat sesuai untuk khotbah di ruang terbuka, pertemuan, pertunjukan seni, ataupun retret Kristiani.

Tempat lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Jalan Salib, yang membuat kawasan ini juga dikenal sebagai Jalan Salib Mahawu. Inilah alasan banyak orang, terutama umat Katolik, berkunjung ke sini. Rutenya ramah bagi segala usia, tidak terlalu menguras tenaga seperti kebanyakan jalan salib di tempat lain. Patung-patung menghiasi setiap perhentiannya, tetapi yang paling memikat perhatian adalah patung Pietà, karya klasik yang menggambarkan tubuh Yesus yang telah wafat di pangkuan Bunda Maria.

Rute Jalan Salib berakhir di sebuah Gua Maria yang cukup besar, tempat banyak peziarah khusyuk berdoa. Susunan Bukit Doa Tomohon memang serupa dengan situs jalan salib di tempat-tempat lain.

Lingkungannya yang bersih, indah, dan tenang, ditambah bangunan-bangunan unik serta akses yang mudah dari Manado, menjadikan Bukit Doa Tomohon sayang untuk dilewatkan.

Demikian perjalanan kita kali ini, unik dan menyenangkan. Oh ya, perkenalkan istri saya, Mia Awalul Ikhramiah, yang biasa disapa Mia. Kini saya tidak lagi berkelana seorang diri, sebab sudah ada yang menemani.

Sekian cerita hari ini. Semoga kita berjumpa lagi di lain waktu. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar