Pabrik itu membuang limbahnya ke laut, dan limbah tersebut menyuburkan plankton yang menjadi salah satu makanan hiu paus. Itulah yang menarik mereka datang ke Pantai Botubarani.
Sekitar 18 ekor hiu paus tercatat muncul sepanjang April hingga Agustus 2017. Lokasi kemunculannya pun sangat mudah dijangkau, hanya 20 sampai 30 meter dari bibir pantai. Tidak perlu takut; hiu paus adalah satwa yang jinak, dan pengunjung diperbolehkan memberinya makan.
Untuk melihat hiu paus, pengunjung perlu menyewa perahu dengan tarif Rp15.000 per orang. Agar hiu paus muncul ke permukaan, setiap perahu dibekali umpan berupa kulit udang, yang dijual Rp10.000 per bungkus. Suasana Botubarani sendiri masih kental dengan nuansa kampung, sebuah pengalaman yang jarang bisa ditemui.
Sayangnya, ketika saya berkunjung, hiu-hiu paus itu sudah tidak tampak. Ada yang berkata persediaan makanannya telah habis; ada pula yang menyebut mereka terusir oleh hiu pemangsa yang ikut mencari makan di perairan itu. Bahkan ada kabar, entah benar entah tidak, bahwa kawanan itu kini telah sampai di perairan Spanyol.



0 komentar:
Posting Komentar