Destinasi kedua yang saya kunjungi adalah Benteng Sanrobone, yang terletak di Desa Sanrobone, tidak jauh dari garis pantai.
Sejujurnya, yang tersisa dari benteng ini hanyalah puing-puing berupa bangunan memanjang menyerupai pagar. Benteng ini merupakan peninggalan Raja Sanrobone yang telah berdiri sejak berabad-abad silam.
Memang tidak banyak yang dapat dinikmati dari sisi visual. Namun, reruntuhan ini adalah saksi bisu bahwa Sanrobone pernah menjadi kawasan bersejarah di Kabupaten Takalar. Kesederhanaannya justru mengajak kita untuk menghargai jejak masa lalu yang masih bertahan.
Menuju Lokasi
Akses menuju Benteng Sanrobone tergolong mudah, tetapi ada satu bagian yang perlu diperhatikan. Dari lampu merah satu-satunya di Kota Takalar, beloklah ke kanan hingga bertemu air mancur. Di sana beloklah ke kiri, menuju arah SMAN 1 Takalar, lalu teruskan perjalanan. Di sepanjang jalan ini terdapat sebuah pertigaan menuju Sanrobone di sisi kiri. Agar tidak terlewat, tidak ada salahnya bertanya kepada warga sekitar.
Setelah memasuki Desa Sanrobone, perhatikan sisi kanan jalan. Di sana terdapat papan penanda lokasi Benteng Sanrobone. Di bagian belakang benteng juga berdiri sebuah rumah adat, meskipun bangunan tersebut bukan peninggalan Kerajaan Sanrobone.
Bagi Anda yang mencintai sejarah, tempat ini layak untuk dikunjungi.








0 komentar:
Posting Komentar