Radi The Eksplorer

Tana Toraja - Lemo

Radi The Explorer

Enrekang - Pemakamanan di Tebing Tontonan

Radi The Explorer

Pinrang - Pemandian Air Panas Lemo Susu

Radi The Explorer

Makassar - Fort Rotterdam

Radi The Explorer

Makassar - Pulau Kodingareng Keke

Jumat, 29 Juli 2016

SULAWESI TENGGARA - WAKATOBI PART 2

WAKATOBI DAN TAMAN NASIONAL WAKATOBI 2


Perjalanan dari Kendari menuju Wakatobi harus terhenti sesaat akibat cuaca buruk di bandara Wakatobi saat itu... So sad!!! Namun, tiba-tiba ada pengumuman lagi di ruang tunggu bandara... Bunyinya kira-kira seperti ini, "Kepada penumpang wings air dengan nomor penerbangan 1301 tujuan Wakatobi, diharap menuju pintu nomor 2, terima kasih"...
Alhamdulillah... Akhirnya... Setelah menunggu sekitar 20 menit, kami pun berangkat ke Wakatobi! Let's go bro!!!
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lebih, maka kami pun sampai di tempat tujuan dengan selamat... Alhamdulillah... Memang sih pada saat landing, cuacanya lagi tidak mendukung... Hujan gerimis disertai angin kencang... Namun, harus tetap optimis untuk bisa diving di sana...
Setelah tiba di bandara, kami pun dijemput oleh supir dari Patuno Hotel and Resort Wakatobi... Ada kejadian lucu saat bertemu dengan supir tersebut... Nama yang diperlihatkan di kaca tidak sesuai dengan namaku, padahal saya sudah melambai-lambaikan tangan ke arahnya... Yaaah, jadi pas keluar dari bandara saya langsung bertanya ke supir tersebut... Ternyata memang nama yang diketik itu salah... Untungnya, kami langsung dibawa ke tempat penginapan... Lalu, sampailah kami di penginapan... Cukup luas guys, dan katanya sih banyak artis-artis yang sudah pernah mengunjungi resort tersebut... Woww!!!
Kami pun diantar ke kamar oleh supirnya, soalnya letak kamar dan lobi lumayan jauh... Setelah tiba, kami pun menyimpan barang-barang dan segera istirahat... Ini salah satu tipsnya guys, kalau mau menikmati liburan harus istirahat dulu barang sejenak... Soalnya untuk memulai petualangan, harus punya banyak energi guys...
Hoaaaammm... Masih ngantuk sih guys... Tapi sore harinya, kami langsung menyerbu restoran yang ada di resort ini... Lumayan jauh sih kalau berjalan kaki...Tetapi kami sengaja agar dapat menikmati pemandangan sekitar... Dannn, kami pun sampai... Hufffft, capek juga guys, tapi begitulah petualang sejati, tidak akan menyerah... wkwkwkwk
Saya pun memesan menu yang ada di restoran tersebut... Cek per cek, ternyata menu yang disediakan tidak semuanya ada... Jadi, kami memesan nasi lalapan, lumayan untuk mengisi energi kembali...
Setelah makan, saya pun pergi ke kasir untuk membayar... "Harganya 200ribu mas!"... Woowww, cukup mahal ya guys... hahahaaa
Memang ini adalah resto satu-satunya di resort ini guys... Jadi, kalau mau berhemat, makan di luar aja... Tapi, dari kota ke resort itu sekitar 30 menit, dan harus menyewa mobil kalau mau keluar resort... Yahhh, sama aja kelles... hahahaha
Tapi gak papalah, itu bagian dari pengalaman juga...
Kami pun beranjak dari tempat duduk kami menuju ke sekitar resort untuk melihat-lihat pemandangan... Wahhh, indah skali guys... Apalagi pantai dan dermaganya yang beautiful...
Kami pun melihat-lihat penginapan yang ada di resort ini... Banyak rumah ataupun kamar yang lumayan wowww...
Setelah cukup mengeksplorasi tempat sekitar, kami pun kembali ke kamar beristirahat untuk petualangan selanjutnya... Kami beristirahat sampai jam 7 malam... Lalu, kami kembali ke restoran untuk makan malam...
Selama di perjalanan, angin kencang berhembus disertai gerimis... Wah, cuaca lagi gak mendukung guys... Tapi, walau hujan kami tetap ke sekolah... eh, restoran...
Sesampai di restoran, kami pun memesan menu, ternyata makanannya sudah habis... yaaaa, terpaksa deh cuma pesan minuman aja guys... Itupun yang ada cuma jus semangka dan jus pepaya aja...
Setelah makan, kami pun hunting foto lagi di malam hari... Hmmmm, bagaimana ya kondisi resort ini kalau malam hari? Yuk dieksplor lagi... :)
Waktu menunjukkan sudah pukul 8 malam... Waktunya bobo guys!!! heheee... Besok rencana kami akan diving di salah satu spot di Pulau Wangi Wangi ini... Makanya, harus istirahat yang banyak... See you tomorrow ya guys, petualangan yang lebih seru lagi nih... Gak dianggap ke Wakatobi kalau belum diving yah guys...
To be continue...

Sabtu, 16 Juli 2016

SULAWESI TENGGARA - WAKATOBI

WAKATOBI DAN TAMAN NASIONAL WAKATOBI


Selamat datang lagi di blog ini guys... Kali ini saya akan berbagi pengalaman ketika mengunjungi salah satu tempat wisata eksotik di Indonesia, yakni Kabupaten Wakatobi yang merupakan bagian dari Kepulauan Tukang Besi... Wow, seperti apa keseruannya? Yuk simak ceritaku berikut ini...
Semuanya berawal ketika saya berkeinginan untuk menjelajah di seluruh negeri Indonesia tercinta ini. Namun, saya memulai dari daerah yang paling terdekat dengan tempat tinggalku sendiri... Mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Sulawesi Tenggara seperti yang sekarang ini. Nah, karena tujuan selanjutnya adalah Sulawesi Tenggara, maka saya pun memilih tempat wisata yang paling terkenal di provinsi ini, yakni Wakatobi...
Petualangan pun dimulai saat saya memberanikan diri untuk memesan tiket via traveloka... Jujur, ini adalah pengalaman pertama saya memesan tiket sendiri, hihihi... Dari mulai berangkat, packing, naik pesawat, semuanya dilakukan secara mandiri... Bawa adik lagi! Jadi ada tanggung jawab juga... Tapi, semua itu tidak menghalangi saya untuk tetap menjelajah Wakatobi... Buat kamu yang the first time, jangan takut guys!!! Ala bisa, karena biasa... Ok?!
Saya pun berangkat ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama adik saya, Reza... Startnya jam 5 subuh dari Jl. Perintis Kemerdekaan via taksi yang sudah di-order malam sebelumnya. Jadi, sebelum berangkat nih guys, harus siap tiket, penginapan, dan transport ke/dari airport. Budget yang dikeluarkan untuk tiket kurang lebih sekitar 3 juta untuk 2 orang, itu sudah termasuk tiket PP yah, termasuk penginapan juga... Jadi, setelah sampai sana, sudah gak pusing cari tempat nginap lagi deh...
Next, saya beserta adik kemudian masuk ke dalam bandara. Pertama bingung, mau ngapain yah? Wahahaha... Ternyata, harus memperlihatkan bukti pembelian tiket dulu trus cek barang deh di bandara... Barang-barang yang melekat di badan, harus dicopot semua... Eits, yang ada logamnya aja tapi, seperti rim, jam tangan, dan lupa lagi... Lalu, setelah itu harus mencari counter yang sesuai dengan nomor penerbangan... Kebetulan waktu itu, saya pakai jasa Wings Air, so check-in nya di counter no.40
Setelah itu, periksa barang dan periksa diri yang kedua... Hmmm, capek juga ya diperiksa terus. Kali ini, ada masalah... Wah, gawat!!! Padahal, the first time nih guys... But, ternyata... Gak boleh bawa tongsis di tas! Wkwkwkwk... Terpaksa, kami harus kembali ke tempat check-in untuk membagasikan sebuah tongsis...!!! :(
Namun, akhirnya kami berhasil melewati sistem keamanan bandara yang begitu ketat. Kami pun segera menuju ke ruang tunggu gate 4. Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih, akhirnya kami pun berangkat menuju Wakatobi transit Kendari menggunakan pesawat Wings Air... Alhamdulillah, akhirnya...
Tak terasa 1 jam perjalanan, akhirnya pesawat yang kami tumpangi pun sampai di Bandara Haluoleo... Kalau transit di Kendari nih guys, gak perlu turun-turun pesawat lagi... Tinggal duduk manis sambil menunggu penumpang dari Kendari yang akan menuju Wakatobi... hihihi
Setelah tiba di Bandara beberapa menit, terdengarlah berita dari pramugari pesawat, kurang lebih bunyinya seperti ini, "Kami menginformasikan kepada penumpang dengan tujuan Wakatobi dimohon agar turun dari pesawat menuju ruang tunggu bandara karena kami mendapatkan informasi bahwa Bandara Matahora mengalami cuaca yang buruk, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terima kasih"...
Huaaaaa.... Sepertinya harapan kami bahwa hari ini akan cerah sudah pupus... Agak, kecewa sih guys, tapi mau gimana lagi... Demi keamanan, kami pun harus turun dari pesawat walaupun dengan pikiran yang kacau karena Wakatobi sedang mengalami cuaca buruk... :(
To be continue...

Sabtu, 12 September 2015

SULAWESI BARAT - MAMUJU

PANTAI LOMBANG-LOMBANG


Wah, capek juga guys berkeliling Provinsi Sulawesi Barat... Tapi seru sih, melihat berbagai macam budaya di daerah ini... Mulai dari makanan, sampai pesta adat yang unik di provinsi ini... Makanya, ayo berpetualang guys!!! Hidup cuma sekali loh, tidak untuk diulang... Masih banyak tempat-tempat wisata di Indonesia yang belum kamu kunjungi... Seperti pantai yang satu ini nih, Pantai Lombang-lombang... Baru dengar kan? Kalau baru dengar, yuk kita menuju lokasinya langsung...!!!
Mamuju mempunyai garis pantai yang membentang kurang lebih 415 km. Garis pantai ini terletak di pesisir barat Sulawesi. Salah satu pantai yang termasuk di dalam pesisir barat tersebut yaitu Pantai Lombang-lombang. Pantai ini merupakan tujuan wisata paling favorit masyarakat Kota Mamuju. Pantai Lombang-lombang berjarak kurang lebih sekitar 30 km dari sebelah utara Mamuju. Pengelolaan pantai dilakukan secara bersama oleh pemerintah setempat dengan warga sekitar, dengan begitu pantai ini menjadi bersih dan terbebas dari sampah.
Pantai yang terkesan masih alami ini sangat cocok bagi kamu yang ingin santai dan menghilangkan penat. Suasana alami yang terasa di Pantai Lombang-lombang mungkin tidak akan kamu temukan di pantai Sulawesi lainnya. Pantai dengan pasir hitamnya yang halus, yang membentang kurang lebih 5 km ini memberikan ruang gerak bagi para wisatawan yang berkunjung dan beraktivitas di Pantai Lombang-lombang. Obyek wisata Pantai Lombang-Lombang terletak di Kelurahan Sinyonyoi, Dusun Lombang-lombang Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT - MAMUJU

PANTAI MANAKARRA


Nah guys... Kita sudah berkeliling di 2 kabupaten Provinsi Sulawesi Barat ini... Sekarang, kita explore ibukota dari provinsi ini yuk!!! Yap, kota Mamuju tentunya... Ternyata kota ini juga sudah mulai berkembang guys, dan juga memiliki tempat wisata yang juga sedang berkembang... Diantaranya adalah Pantai Manakarra yang terkenal... So, yuk kita kenalan dulu dengan pantai yang satu ini... Let's check it out!!!
Kawasan Pantai Manakarra merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Kota Mamuju, Ibukota Sulawesi Barat. Pantai ini adalah bagian dari Teluk Mamuju. Teluk ini juga sebagai sentra perhubungan di Kota Mamuju yaitu sebagai pelabuhan Batu. Bagi masyarakat di sekitar pantai, Pantai Manakarra merupakan tempat berkumpulnya anak muda, pria dan wanita. Tetapi sebenarnya, tidak hanya para anak muda saja yang berkunjung ke pantai ini, tetapi banyak juga para orang tua yang datang ke sini hanya sekedar duduk menikmati keindahan pantai. Pantai ini ramai pada jam 4 sore sampai 12 malam waktu Indonesia setempat.
Jika Kota Makassar memiliki Pantai Losari, Pantai Manakarra adalah Losarinya Mamuju. Hal ini tidak terlalu berlebihan, karena pantai ini benar-benar memiliki panorama keindahan yang memikat siapa saja yang datang berkunjung. Ditambah latar belakang Pulau Karampuang, menjadikan pemandangan pantai ini menjadi eksotis. Pada malam hari, pantai ini akan dipenuhi oleh cahaya lampu berwarna merah dari kapal feri yang akan berlabuh ataupun bertolak dari Pelabuhan Mamuju. Tapi, saat saya ke sana, pantai ini sedang dalam renovasi guys... Tapi gak apa-apa, semoga saja hasil renovasinya menjadikan pantai ini lebih indah lagi... Semoga!!!

SULAWESI BARAT - MAJENE

OBYEK WISATA PANTAI DATO


Hallo guys!!! Setelah menulis pengalaman mengunjungi Kabupaten Polman, sekarang kita beralih menuju Kabupaten Majene... Nah, kabupaten ini juga punya banyak daya tarik loh, salah satunya pantai pasir putih yang dinamakan dengan Pantai Dato... Mau tau lebih banyak tentang pantai ini? Yuk kita explore guys!!!
Pantai Dato adalah salah satu obyek wisata alam yang sangat menarik di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Pantai Dato di Majene terbagi menjadi dua bagian, yaitu pantai yang berpasir putih dan pantai beralaskan karang.
Karang yang menjorok kelaut atau karang yang berlubang karena hantaran ombak menambah keunikan dan keindahan Pantai Dato. Meniti pinggiran tebing menuju puncak karang merupakan suatu tantangan tersendiri dari puncak karang kira-kira ketinggian 20 meter, melongok kebawah sampai menembus permukaan air laut yang sangat jernih untuk melihat ikan yang bermain diantara terumbu karang. Pada senja hari tampak matahari kembali ke peraduannya di balik bukit nun jauh. Sangat indah!!! Tapi sayang, lokasi ini nampaknya belum menjadi perhatian dari pemerintah setempat.
Untuk menuju ke lokasi ini, kita dapat menggunakan kendaraan darat pribadi atau carteran, kira-kira 15 menit dari kota Majene. Jalannya cukup mulus, menyisir hutan kecil dan kebun para penduduk. Sampai di tempat parkiran menuju pantai, kita harus menuruni tebing setinggi 30 meter melalui anak tangga batu.

Sabtu, 29 Agustus 2015

SULAWESI BARAT - POLMAN

KARNAVAL 17 AGUSTUS


Guys, kalau lihat perayaaan karnaval di Kabupaten Polman, kamu mungkin akan berdecak kagum atas kreativitas masyarakatnya... So creative guys!!! Yuk, intip kegiatan mereka berikut ini...
Ketika berkendara menuju ke Kabupaten Majene, saya menemukan kemacetan di jalan poros dekat perbatasan Kabupaten Polman dan Kabupaten Majene... Usut punya usut, ternyata lagi ada karnaval perayaan 17 Agustus nih guys... Dan, wahhh!!! Saya sangat apresiasi atas kreativitas mereka... Di jalan, para siswa-siswi memamerkan kendaraan mereka berupa imitasi pesawat, mobil,dan kendaraan lainnya... Adapula yang berperan sebagai dokter, guru, tentara, beserta jenis profesi lainnya...
Nah, adapula yang mempromosikan baju yang terbuat dari koran, membahas global warming, dan masih banyak lagi...
Wahhh, seru ya? Lain kali pengen liat karnaval lagi deh... Tapi mungkin di tempat lain... Semoga masih banyak yang kreatif seperti ini juga...

SULAWESI BARAT - POLMAN

PANTAI PALIPPIS


Alhamdulillah, jumpa lagi guys... Kali ini saya akan menceritakan pengalaman ketika berkunjung ke Sulawesi Barat tanpa bersama siapapun (again)...
Seperti biasa, saya menggunakan kendaraan yang biasanya saya gunakan untuk berpetualang... Yah, dengan motor kesayangan si Biru... hihihi
Ini adalah pengalaman yang pertama berkunjung ke Sulawesi Barat... Waktu itu adalah hari Ahad tanggal 16 Agustus 2015... Saya memulai perjalanan dari Kota Makassar dan berniat hendak menuju Kota Mamuju sendiri... Tepat pukul 6 pagi, saya pun memulai perjalanan panjang ini... Mulai dari Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare Pare, Pinrang, dan akhirnya sampai di Kabupaten Polman...
Jarak dari Makassar ke Kabupaten Polman sendiri hampir sekitar 200 km... Berat juga ya, tapi tetap saja rasa penasaran lebih besar dibanding rasa lelah itu sendiri...
Tempat pertama yang saya kunjungi di Kabupaten Polman ini adalah Pantai Palippis... Nah, bagaimana keseruannya? Yuk explore bareng...
Pantai Palippis terletak di sebelah jalan umum yang merupakan jalan penghubung ke beberapa kota di Sulawesi Barat. Berada kurang lebih 30 km dari Polewali. Pantai Palippis memiliki panorama keindahan alam yang wajib dikunjungi.
Pantai ini menawarkan panorama keindahan pantai dengan laut lepas sebagai view-nya. Pantai Sulawesi Barat ini terletak di sisi sebelah barat Pulau Sulawesi. Berhadapan langsung dengan laut sebagai pemisah antara Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, dan Sulawesi. Pantai Sulawesi Barat ini membentang kurang lebih 3 km di sebelah barat Sulawesi Indonesia. Kegiatan yang bisa dilakukan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Palippis yaitu bermain air, bermain pasir, sepak bola atau voli pantai, dan atau hanya sekedar duduk sambil bersenda gurau dengan teman-teman sambil menunggu matahari tenggelam.
Guys, waktu saya ke tempat ini, masyarakat sekitar ramai berdatangan ke tempat ini... Ternyata, mereka sedang mengadakan lomba layangan di pinggir pantai... Katanya, hal ini rutin dilakukan oleh mereka hampir setiap hari.
Daannn, jangan heran ya kalau kamu liat banyak anjing yang berkeliaran di tempat ini... Ketika itu, saya menemukan ada sekitar 5 anjing yang berkerumun di sekitar... Tapi gak usah takut guys, tipsnya jangan pernah melihat atau menatap langsung anjing-anjing itu... Cuekin aja, biarkan mereka menggonggong sendiri... hihihihi
Pantai Palippis berada di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tempatnya agak sedikit tersembunyi, jadi silakan bertanya kepada warga sekitar untuk rute menuju pantai tersebut... Ingat!!! Malu bertanya, sesat dijalan... Oke?!!